Majelis Mujahidin Ikut Berperan Aktif Mencegah dan Kendalikan Wabah Virus Covid-19

Jakarta, MITRA NEWS – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa, wabah virus corona yang berasal dari Wuhan, China, sebagai darurat kesehatan global, karena wabah terus menyebar dan menghantui banyak negara di dunia.

Maka sejumlah daerah di Indonesia telah menetapkan status darurat virus corona (COVID-19).

Menyikapi kondisi darurat penularan virus corona ini, maka sebagai ikhtiar menjaga kesehatan dan keselamatan jiwa manusia, Majelis Mujahidin mengeluarkan Maklumat antara lain berisi :

  1. Hindari aktivitas yang melibatkan massa banyak, pengajian umum atau tabligh akbar yang dikhawatirkan bisa menjadi media penyebaran wabah virus ini. Dan terapkan arahan medis dari para dokter ahlinya.
  2. Dalam kondisi darurat wabah virus ini, maka ibadah shalat Jum’at tidak wajib dilaksanakan, dan dapat diganti dengan shalat Zuhur di rumah masing-masing. Shalat lima waktu/rawatib secara berjamaah di masjid atau tempat umum lainnya, tidak dianjurkan hingga wilayah tempat tinggalnya dinyatakan terbebas dari kondisi darurat ini.
  3. Pemerintah wajib membatasi keluar-masuknya orang dan barang ke dan dari Indonesia secara super ketat. Dan tidak membiarkan orang asing leluasa masuk wilayah NKRI dengan alasan ekonomi maupun pariwisata.
  4. Laskar Majelis Mujahidin hendaknya ikut berperan aktif sesuai syariat Islam dalam beramal membantu masyarakat, dan berkontribusi nyata dalam pencegahan dan pengendalian wabah virus ini. (***)

Kuasa Hukum Fikri Salim Minta Majelis Hakim Batalkan Dakwaan Jaksa

Masih ingat dr Lucky Aziza Bawazier SpPD-KGH yang heboh lantaran memenjarakan mantan suaminya dr. Rudy Sutadi SpA, MARS ke LP Cipinang pada September 2004 lalu dengan tuduhan penganiayaan (pasal 351 KUHP), pemalsuan surat (pasal 263 KUHP) dan penggelapan (pasal 372 KUHP)? Kini, dr. Lucky kembali mengundang perhatian publik setelah melaporkan mantan pegawainya, Fikri Salim ke Polres Bogor atas tuduhan melakukan pemalsuan tandatangan. Dr. Lucky juga mengklaim bahwa akibat perbuatan tersebut dirinya mengalami kerugian hingga mencapai 1 miliar.

Bogor, MITRA NEWS – Sidang perkara pemalsuan dokumen Akta Jual Beli (AJB) tanah milik Mardiyanto seluas 4.000 m2 di Kampung Pasir Angin Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor telah disidangkan secara virtual oleh Pengadilan Negeri Cibinong sejak 11 Mei 2020.

Informasi yang diperoleh MITRA News menyebutkan, surat dakwaan ditandatangani Jaksa Pratama Bayu Ika Perdana, Ajun Jaksa Dwinanda Praramadani Karim dan Jaksa Muda Anita Dian Mardhani pada 21 Aril 2020 dan telah disampaikan kepada Majelis Hakim yang menangani perkara Fikri Salim di Pengadilan Negeri Cibinong.

Dakwaan jaksa diperkuat dengan adanya Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik Bareskrim Polri yang menyatakan bahwa tandatangan Muamar Emir Ananta pada Akta Jual Beli Tanah nomor 183, 184 dan 185 yang dibuat PPAT Kabupaten Bogor Afriana Purbohadi adalah non identik atau merupakan tanda tangan yang berbeda. 

Dalam dakwaannya, jaksa penuntut umum menyebutkan bahwa tanda tangan Muamar Emir Ananta dipalsukan oleh saksi Sonny Priadi atas perintah Fikri Salim. Sonny meniru tandatangan Muamar Emir Ananta yang merupakan anak dari pemilik tanah.

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum Fikri Salim, dalam eksepsinya yang ditandatangani dan diajukan ke hadapan persidangan tanggal 18 Mei 2020 menyatakan bahwa dakwaan jaksa penuntut umum tidak menjelaskan secara jelas, cermat dan lengkap. 

Kuasa hukum Fikri Salim

“Bahwa berdasarkan unsur objektif dari pasal 263 ayat (1) dan ayat (2), dakwaan Jaksa Penuntut umum tidak menjelaskan secara Jelas, Cermat dan Lengkap Jika ditinjau dari sudut pasal 143 ayat (2) KUHAP yang menuntut bahwa surat dakwaan harus jelas, cermat, dan lengkap”.

“Bahwa dakwaan Jaksa tidak secara jelas menjelaskan apa apa yang terkandung dari unsur utama pasal 263 KUHP yaitu apakah Terdakwa membuat suatu Surat Palsu atau Memalsu Suatu Surat”.

Kuasa Hukum Fikri Salim mengingatkan terkait tuduhan pemalsuan tandatangan tersebut bahwa pihak saksi korban (penjual) pada intinya tidak pernah menyanggah Jual Beli tersebut, tidak pernah menyanggah nilai Jual beli, tidak pernah menyanggah objek jual beli, tidak pernah menyanggah Subjek Jual beli.

Begitupun terdakwa tidak melakukan Perbuatan memalsu karena Terdakwa tidak pernah menghapus, mengubah atau mengganti salah satu isi dari surat sehingga berbeda dengan surat semula. 

“Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum tidak jelas memposisikan peran terdakwa dalam perbuatan yang didakwakannya apakah sebagai pemalsu surat atau membuat surat palsu dan siapa yang menyuruh sonny, siapa yang menyuruh terdakwa”. 

“Ketentuan ini sangat jelas dengan formula surat dakwaan yang mencantumkan ketentuan Pasal 55 KUHP namun tidak diketahui siapa yang menjadi pelaku perbuatan/terdakwa, siapa yang turut serta/membantu melakukan tindak pidana dan siapa yang menganjurkan tindak pidana,” ungkap Kuasa Hukum Fikri Salim.

Dalam eksepsi itu juga Kuasa Hukum Fikri Salim memohon Majelis Hakim agar dakwaan jaksa penuntut umum dinyatakan Batal Demi Hukum atau harus dibatalkan atau setidak-tidaknya tidak diterima.
Selanjutnya, perkara Fikri Salim agar dinyatakan aquo (tidak diperiksa lebih lanjut) dan agar harkat martabat dan nama baik Fikri Salim dapat kembali dipulihkan.

(Ade Izudin/Tim)

Kabupaten Bogor Menuju “New Normal”: Sekolah Dibuka, Skema Belajar Dirubah

Bogor, MITRA NEWS – Pemerintah Kabupaten Bogor setelah masa PSBB berakhir tanggal 29 Mei 2020 bersiap menuju fase kenormalan baru (New Normal) di tengah pandemi covid-19. Bupati Bogor Ade Yasin berencana untuk memulai adaptasi dengan tatanan hidup baru atau normal baru di tengah pandemi Covid-19.

“New normal menjadi suatu keniscayaan mengingat belum ada yang tahu kapan pandemi ini berakhir dan vaksin belum ditemukan. Oleh sebab itu kita harus mulai mempersiapkan segala sesuatunya,” ujar Bupati Bogor Ade Yasin, usai memimpin rakor bersama Camat dan SKPD di Ruang Rapat Bupati, Cibinong, Rabu (27/5).

Salah satu masalah yang harus kita sikapi saat New Normal berjalan adalah dalam aktifitas belajar mengajar dimana adanya keterbatasan ruang sekolah yang tersedia.

“Saat menerapkan physical distancing (jaga jarak) maka ruangan kelas otomatis tidak akan mencukupi, jadi harus dirubah skemanya. Misalkan, masuk sekolah dua hari-dua hari, atau pagi dan siang,” ujar Ade Yasin.

“Saya sudah intruksikan kepada Bappedalitbang agar berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan kaitannya dengan persiapan New Normal di sektor pendidikan,” kata Politisi PPP tersebut. (Yan/Tim)

Keluarga Besar Diaspora Manggarai Tanah Merah Jakarta Utara : Dukung Kebijakan Pemerintah Atasi Corona, Tolak Provokasi

Jakarta, MITRA NEWS – Sekelompok warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengatasnamakan diri Keluarga Besar Diaspora Manggarai Tanah Merah Jakarta Utara, mendukung kebijakan pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona dengan tetap berada dirumah dan menjaga jarak.

“Kami mendukung kebijakan pemerintah dalam menangani penyebaran virus covid-19, dan menghimbau agar masyarakat tetap berada dirumah, menjaga jarak dan memakai masker apabila berpergian” Ucap Ketua Keluarga Besar Diaspora Manggarai Tanah Merah Jakarta Utara, Saverius Dedi Suardi, di Sekretariatnya di Gg. Gotong Royong II Tugu, Koja, Jakarta Utara.

Selain mendukung kebijakan PSBB, sumber juga menolak isu provokatif yang dapat mengajak membuat kerusuhan maupun penjarahan akibat dampak dari penerapan PSBB di DKI Jakarta.

“PSBB memang sangat dirasakan dampaknya, dengan berkurangnya penghasilan masyarakat. Namun kita tetap menjaga situasi kondusif salah satunya tidak terpengaruh oleh isu-isu provokatif dengan tujuan membuat kerusuhan yang akan membuat semua susah” sambungnya.

Yang terpenting menurut sumber, menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat asal Manggarai yang tinggal di Jakarta untuk berdo’a kepada Tuhan agar virus corona ini segera berakhir.

“Kita juga jangan lupa dengan hal terpenting, yaitu berdo’a kepada Tuhan YME apapun agamanya, agar virus corona ini segera berakhir dan kembali kepada kehidupan yang normal” tutupnya. (***)

BEREDAR HOAX MAMAH DEDEH MENINGGAL DUNIA

Beredar pesan berantai di aplikasi perpesanan WhatsApp yang menyampaikan bahwa pendakwah Dedeh Rosidah atau Mamah Dedeh meninggal dunia karena sakit. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa ustazah Mamah Dedeh meninggal pada Selasa, 26 Mei 2020 pukul 22.28 WIB di Eka Hospital Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten.

“Innaa lillaahi wa inna illaihi Roojiuun.. Telah berpulang ke Rahmatullah Ustazdah tercinta panutan muslim tanah air, MAMAH DEDEH pada hari selasa tanggal 26 Mei 2020 , pukul 22.28 WIB ,karena sakit di EKA HOSPITAL BUMI SERPONG DAMAI TANGERANG BANTEN.” tulis pesan tersebut.

Rekan kerja Mamah Dedeh di program Mama dan Aa, Abdel menyampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Melalui instastory di akun instagram @abdelachrian, dia menyampaikan bahwa Mamah Dedeh dalam keadaan sehat.

Melalui instastory di akun instagram @abdelachrian, dia menyampaikan bahwa Mamah Dedeh dalam keadaan sehat.

Saat dihubungi via WhatsApp oleh wartawan, baru-baru ini, keluarga Mamah Dedeh juga menyampaikan bahwa kondisi ustazah kelahiran Ciamis itu saat ini sehat walafiat.

“Assalamualaikum.. Alhamdulillah, Mamah Dedeh sampai saat ini sehat walafiat, doakan Mamah Dedeh sehat dan panjang umur, kami sekeluarga ucapkan terimakasih atas perhatiannya,” kata keluarga dalam pesan singkat kepada wartawan. (A.Ak)