KPK OTT Pemkab Bekasi Terkait Izin Meikarta

Bupati Neneng sedang berjodeg dalam acara pesta rakyat

Cikarang, MITRA NEWS – KPK mengungkap adanya dugaan praktik suap terkait perizinan properti di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bekasi. Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan membenarkan bahwa hal tersebut terkait proyek Meikarta di Cikarang.

“Iya (terkait proyek Meikarta),” kata Basaria, saat dikonfirmasi, Senin (15/10).
Wakil Ketua KPK, Basaria

Menurut Basaria, KPK menangkap 10 orang dalam OTT tersebut, termasuk pejabat dan PNS pada Pemkab Bekasi hingga pihak swasta. Tak hanya itu, KPK juga mengamankan uang dengan nilai lebih dari Rp 1 miliar dari OTT itu. “Dalam SGD dan Rupiah yang diamankan sebagai barang bukti,” kata Basaria.

Secara terpisah, juru bicara KPK Febri Diansyah, membenarkan bahwa pihaknya menduga ada kaitan antara uang tersebut dengan proyek properti yang sedang berjalan di Kabupaten Bekasi.
“Ada dugaan keterkaitan uang yang diterima dengan perizinan properti yang cukup besar di Bekasi,” ujar dia.

Secara terpisah, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin di hadapan wartawan bersumpah tidak mengetahui soal kasus tangkap tangan terhadap anak buahnya di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Politisi Golkar ini menyebut masih menunggu kabar resmi langsung dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menangani perkara itu.“Saya demi Allah nggak tahu,” kata Neneng saat ditemui di ruang kerjanya di Plaza Pemerintah Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat pada Senin (15/10/2018).

Neneng mengaku, tahu adanya OTT dari Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Uju melalui sambungan telepon. Pada Minggu (14/10) siang, Uju menghubungi Neneng bahwa ada anak buahnya yang diamankan oleh KPK. Bahkan informasi penangkapan itu juga dia terima melalui jaringan internet. “Saya nggak tahu siapa yang ditangkap karena informasinya kan ada 10 orang. Ditangkap katanya soal izin, tapi saya juga belum tahu soal apa,” imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, KPK menyegel ruang kerja Kepala Dinas PUPR, dua ruang Kepala Bidang dan Sekretariat Dinas PUPR Kabupaten Bekasi. Dalam operasi tangkap tangan itu, penyidik menyita barang bukti berupa duit Rp 1 miliar dalam bentuk mata uang dolar Singapura dan rupiah. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

SMSI Fasilitasi Pusdiklat Paramedis Penanganan Copid 19

Bantu perangi Covid 19, SMSI Siapkan Pusdiklat Untuk Penginapan Paramedis dan Tenaga Kesehatan MEMERANGI COVID 19, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat mendukung program Pemerintah Pusat dalam penanganan Covid 19. Hal ini disampaikan Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus saat menggelar rapat terbatas di Gedung Journalist Boarding School (JBS) Cilegon, Banten, Jumat (3/04/2020). Gedung JBS merupakan […]

Rentan Terpapar Corona, SMSI Bekasi Raya Ingatkan Pentingnya APD Bagi Jurnalis

BEKASI – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Perwakilan Kabupaten Bekasi, Doni Ardon mengingatkan pentingnya Alat Perlindungan Diri (APD) bagi wartawan yang tetap menjalankan tugasnya menyampaikan pemberitaan ke masyarakat di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. “Peran jurnalis yang meliput dan memberikan informasi kepada masyarakat terkait perkembangan virus Corona di tanah air sangatlah penting, terlebih para jurnalis […]