Marhaban di Majelis Darul Iman Attauhid

Kegiatan Marhaban di Patokbeusi, Subang
Berfoto usai kegiatan Marhaban

Subang, MITRA NEWS – Setiap daerah memiliki tradisi masing-masing. Salah satu tradisi yang sudah membudaya yaitu Marhaban setiap Malam Jumat, khususnya Kliwonan di daerah Patokbeusi, Kabupaten Subang Jawa Barat.

Tradisi Marhaban rutin setiap malam jumat tersebut seperti dilakukan jemaah Majelis Darul Iman Attauhid. Marhaban ini memiliki tujuan untuk membangkitkan adanya rasa kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi dalam mencapai kebahagian hidup dan kemakmuran bersama.

Pintu masuk menuju Mushola Darul Iman Attauhid

Salah satu tokoh masyarakat Patokbeusi, Dedi didampingi Ketua Pemuda Pelopor Nahdlatul Ulama (PPNU), Doni Ardon mengakui tradisi marhaban dilakukan secara rutin. Tradisi ini merupakan salah satu nilai budaya yang diharapkan berjalan secara terus menerus karena di dalamnya terkandung makna keagungan Allah dan Rasul Nya, Nabi Muhammad SAW.

Tokoh masyarakat patokbeusi Subang, Dedi (baju putih) bersama Ketua PPNU, Doni Ardon (baju batik)

Dedi berharap, kegiatan Marhaban dapat menepis isyu yang sempat meresahkan masyarakat Subang dan sekitarnya tentang keberadaan ajaran sesat di Patok Beusi. “Pemahaman yang tidak sejalan  tentunya akan mengundang reaksi dari beberapa kalangan masyarakat  menjadi sorotan publik di penjuru tanah air dan semoga kegiatan marhaban ini dapat menepis isyu tersebut dan menunjukkan keberadaan ajaran agama yang benar sesuai Alqur’an dan Hadistnya,” sambung Doni Ardon menimpali.

Menurutnya, masyarakat harus jeli mengeluarkan tudingan sesat terhadap suatu aliran atau faham apapun. Sebelum dugaan itu diungkapkan alangkah baiknya dianalisa dan ditinjau faham itu secara utuh atau komprehensif. “Kita perlu melakukan pengkajian sebelum menjatuhkan vonis sesat,“ tegasnya

Doni menguraikan, faham atau ajaran yang berpusat di Patokbesi Subang hanya sebuah pengkondisian menuju keseriusan dalam beribadah. Begitupun pin atau simbol yang dipergunakan para jemaahnya menandakan majelis tersebut sudah profesional dalam mengatur jamaahnya. “Tidak ada salahnya kita mengkaji lahirnya simbul tersebut atau asal usul simbul itu,“ ujarnya. (Red)

Pengurus PPNU

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *