Setelah Didemo GMBI, KPK Tangkap Bupati Bekasi

Bekasi, MITRA NEWS – Setelah aksi massa yang dilakukan Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) ke gedung komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin akhirnya ditangkap dan digiring ke Gedung KPK pada Senin (15/10/2018) malam. KPK menangkap Neneng Hassanah Yasin terkait dugaan suap pengurusan perizinan pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Sebelum penangkapan terhadap Bupati Neneng dilakukan KPK, ratusan massa yang tergabung dalam LSM GMBI menggeruduk kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. “Aksi unjuk rasa yang dilakukan adalah untuk mendesak KPK segera menghentikan proyek pembangunan Meikarta dan menangkap Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin beserta para kroninya karena diduga terjadi tindak pidana korupsi gratifikasi berjamaah dalam perijinannya,” ungkap Ketua LSM GMBI Distrik Kabupaten Bekasi, Rahmat Gunasin alias Boksu didampingi Sekretaris Distrik Syamsudin dan LBH GMBI Kabupaten Bekasi, Faisal Syukur. kepada MITRA News.

Dia mengaku sudah beberapa kali melaporkan penyimpangan yang terjadi dalam proyek pembangunan Meikarta kepada Bupati Bekasi maupun aparat hukum lainnya, namun tidak pernah ada respon. “Kami menduga Bupati Bekasi ada main dengan pihak pengelola Meikarta sehingga persoalannya seakan-akan dibiarkan,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan MITRA News, KPK sempat mengalami kesulitan saat hendak menangkap Neneng Hasanah Yasin. Ketika tim KPK mau menangkap Neneng, terlihat ada 2 mobil. Dua mobil ini pergi ke dua arah yang berbeda sehingga ketika satu berhasil diamankan, sedangkan mobil satunya lagi pergi ke tempat lain. Tim Satgas KPK sempat menghadang mobil yang ditumpangi Neneng, namun mobil tersebut berhasil lepas dari pemantauan. “Pengemudinya cukup gesit, begitupun arahnya ke jalan raya  sehingga agak sulit diburu,” ungkap Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif.

Bupati Neneng Hasanah Yasin saat ditangkap KPK

Namun berkat kesigapan petugas, mobil yang dikendarai Neneng hasanah Yasin berhasil diamankan. Sekitar pukul 23.25 WIB, Neneng mengenakan pakaian berwarna hijau muda dan jilbab batik tiba di KPK dibawa oleh pihak petugas. Neneng tidak berkomentar apa pun saat ditanyai wartawan. Politisi asal Partai Golkar itu langsung masuk ke ruang lobi gedung KPK. Tidak lama kemudian ia menuju ruang pemeriksaan penyidik KPK.

Suap Proyek Meikarta 774 Hektare

Laode M Syarief mengatakan, suap yang melibatkan aparat Pemerintahan Kabupaten Bekasi dan swasta ini terkait dengan izin proyek Meikarta seluas 774 hektare. Meikarta merupakan bagian proyek dari grup usaha tersebut. “Bupati Bekasi menerima hadiah terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. Diperkirakan pemberian terkait izin-izin yang sedang diurus oleh pemilik proyek seluas total 774 hektare ini dibagi ke dalam tiga fase,” kata Laode. Adapun pemberian dalam perkara ini, sebagai bagian dari commitment fee fase proyek pertama dan bukan pemberian yang pertama dari total komitmen Rp 13 miliar melalui sejumlah dinas yaitu Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar, dan DPM-PPT.

“Realisasi pemberian sampai saat ini adalah sekitar Rp 7 miliar melalui beberapa kepala dinas yaitu pemberian pada bulan April, Mei, dan Juni 2018,” kata Laode.

Uang suap yang diterima Bupati Neneng Hasanah Yasin dari proyek pengembangan Meikarta

KPK, lanjut Laode, berhasil mengungkap kasus gratifikasi yang dilakukan Bupati Neneng Hasanah Yasin berdasarkan laporan masyarakat yang datang ke KPK.

Secara terpisah, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengungkapkan bahwa Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin, diduga terlibat kasus suap lain selain proyek Meikarta. “”Ada satu pasal alternatif yang juga dikenakan untuk tersangka NY, yaitu pasal 12 B besar. Karena diduga ada penerimaan-penerimaan lain selain terkait dengan proses perizinan proyek Meikarta ini,” ujar Febri Diansyah.

Dikatakannya, selain menangkap Neneng Hasanah Yasin, Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi juga menangkap Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro di kediamannya pada Senin (15/10/2018) malam. Penyidik KPK menangkap Billy Sindoro setelah sebelumnya mengumumkan yang bersangkutan sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek properti Meikarta. (RED)

Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro ditangkap KPK di kediamannya

 

Satu tanggapan pada “Setelah Didemo GMBI, KPK Tangkap Bupati Bekasi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *