Saluran Air Tersumbat, Gapoktan Kedungwaringin Protes GCC2

Bekasi, MITRA NEWS – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Kedungwaringin bersama warga sekitar Kedungwaringin melakukan aksi protes ke lokasi pembangunan perumahan Grand Cikarang City 2 yang berlokasi di Kampung Babakan RT. 02/03, Desa Kedungwaringin, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.

Sekitar puluhan Gapoktan yang turun langsung ke lokasi proyek perum GCC 2 untuk melihat beberapa titik saluran air yang dinilai tersumbat dengan adanya pengurugan proyek Perum GCC 2.

Nampak terlihat, Kapolsek Kedungwaringin, Sekcam dan Kasi Trantib Kecamatan Kedungwaringin serta Kepala Desa Kedungwaringin turut mengawal masyarakat.

Otis sebagai koordinator lapangan pembangunan perumahan GCC 2, tidak bersedia di konfirmasi terkait adanya saluran air yang tersumbat.

Sementara itu, Ahmad Matin, Ketua Gapoktan Kecamatan Kedungwaringin, memaparkan bahwa aksi protes para petani tiada lain yaitu adanya beberapa titik saluran air yang terhambat.

“Kami menilai pengembang perumahan GCC 2 ini tidak mementingkan para petani, bahkan se-enaknya saja. Kalau begini akses saluran air menjadi terhambat dan debit air  berkurang,” tegas Ahmad Matin kepada Portaljabar.net dilokasi proyek GCC 2.

Lebih lanjut, Ia menambahkan, dengan adanya debit air berkurang karena saluran air tertutup, maka petani akan mengalami kekeringan dan pastinya akan menghambat masa bercocok tanam, dan perlu diketahui selama ini petani Desa Kedungwaringin belum pernah ke kurangan air dalam menghadapi  musim tanam.

“Dengan tertutupnya saluran air, maka akan mengganggu masa bercocok tanam. Kalau tidak segera ada perbaikan, kami akan tutup akses jalan bila mana pengembang mau pun Direkturnya tidak merealisasikan permohonan kami,” tegasnya.

Sementara Kepala Desa Kedungwaringin, Hj. Tita Komala, mengatakan, adanya aksi Gapoktan ini terkait saluran air yang terhambat dan debit air menurun karena sudah mulai masuk musim tanam.

“Ada dua titik yang tadi kita pantau langsung ke lokasi bahwa benar adanya saluran air untuk persawahan tertutup sehingga debit airnya berkurang. Terkait adanya lahan TKD Kedungwaringin yang tekena akses jalan, akan kita konfirmasi kepada pengembang dan Kepala Desa Pjs (Ujang Sukrilah) yang menjabat sebelum saya menjabat Kepala Desa,” ucapnya.

Masih kata Tita, dalam hal ini dari pihak manapun jangan sampai ada yang dirugikan.

“Dalam persoalan ini jangan sampai ada yang di rugikan, baik dari pihak pengembang ataupun dari para petani yang ada di wilayah Kedungwaringin,” tutupnya. (Na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

SMSI Fasilitasi Pusdiklat Paramedis Penanganan Copid 19

Bantu perangi Covid 19, SMSI Siapkan Pusdiklat Untuk Penginapan Paramedis dan Tenaga Kesehatan MEMERANGI COVID 19, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat mendukung program Pemerintah Pusat dalam penanganan Covid 19. Hal ini disampaikan Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus saat menggelar rapat terbatas di Gedung Journalist Boarding School (JBS) Cilegon, Banten, Jumat (3/04/2020). Gedung JBS merupakan […]

Rentan Terpapar Corona, SMSI Bekasi Raya Ingatkan Pentingnya APD Bagi Jurnalis

BEKASI – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Perwakilan Kabupaten Bekasi, Doni Ardon mengingatkan pentingnya Alat Perlindungan Diri (APD) bagi wartawan yang tetap menjalankan tugasnya menyampaikan pemberitaan ke masyarakat di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. “Peran jurnalis yang meliput dan memberikan informasi kepada masyarakat terkait perkembangan virus Corona di tanah air sangatlah penting, terlebih para jurnalis […]