Kampus Pelita Bangsa Mengiringi Pertumbuhan Pembangunan Kabupaten Bekasi

Lengkap fasilitasnya, berkualitas pendidikannya dan terjangkau biayanya. Bila itu yang anda cari, Kampus Pelita Bangsa tempatnya.

WAKTU YANG TERBATAS kadang menjadi alasan seseorang untuk tidak melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Begitupun biaya kuliah yang mahal menjadikan masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah akhirnya gagal untuk mengenyam bangku perkuliahan.

Cara paling elegan untuk mengatasi biaya kuliah mahal, salah satunya dengan mendapatkan beasiswa. Itupun bisa diperoleh jika kamu adalah murid berprestasi di sekolah.

Lalu adakah cara lain yang lebih smart? Yuk intip komentar beberapa mahasiswa di sebuah kampus megah, jalan Inspeksi Kalimalang, Tegal Danas, Cikarang, Kabupaten Bekasi, STIE Pelita Bangsa.

Tiara Rahayu (Prody Akuntansi, T.A 2018)

Tiara Rahayu memilih masuk STIE Pelita Bangsa karena banyak yang mengatakan kampus Pelita Bangsa peminatnya sangat banyak dan setiap tahun selalu meningkat.

Seiring perubahannya, kampus Pelita Bangsa juga berkembang sangat pesat dan berdiri dengan sangat megah. “Perkembangan kampus pelita Bangsa tidak hanya dari segi bangunan dan fasilitas, tetapi juga kualitas pengajar dan pelayanannya yang baik,” ucapnya.

Meskipun fasilitas lengkap dan bangunan megah, kata Tiara, namun biaya kuliah di STIE Pelita Bangsa sangat terjangkau.

“STIE Pelita Bangsa patut diacungi jempol karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenyam perkuliahan dengan biaya terjangkau  namun dengan kualitas mewah serta fasilitas penunjang perkuliahan yang lengkap,” kata Tiara.

Anita Purnamasari (Prody Manajemen, T.A 2017)

Anita Purnamasari merupakan mahasiswi yang sedang menempuh Program Studi Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Bangsa. Dia merasakan kualitas pendidikan di kampus Pelita bangsa sangat baik dan fasilitasnya memadai.

Kenyamanan semakin bertambah ketika biaya kuliah tidak seperti dibayangkan sebelumnya. Biaya kuliah yang sangat terjangkau, Anita dapat dengan tenang mengikuti perkuliahan di STIE Pelita Bangsa , bebas uang gedung, biaya praktikum, biaya SKS dan biaya semester.

Gadis cantik ini bersyukur bisa kuliah di STIE Pelita Bangsa. Baginya, STIE Pelita Bangsa tak kalah dengan universitas-universitas besar lainnya di Indonesia, baik dari segi fasilitas maupun pembelajaran.

“Biayanya terjangkau namun fasilitas yang kita terima memadai, hal ini bisa dilihat secara sekilas dari bangunannya yang sangat megah” ucapnya.

Sambil kuliah, Anita juga bekerja di sebuah kantor perusahaan PT. Buana Artha Tulindo, Cikarang. Keputusan kuliah sambil bekerja ini dilakukannya untuk menumbuhkan jiwa kemandirian dan menghubungkan antara teori yang didapat di kampus dengan kenyataan yang ada di dunia kerja. Dan, kini kariernya pun cukup baik.

Endruyani Paidi (Prody Manajemen, T.A 2016)

Gadis manis asal Purwakarta ini adalah mahasiswi dari Program Study Manajemen STIE Pelita Bangsa angkatan 2016. Mahasiswi yang akrab dipanggil Yani ini menyatakan kebanggaannya bisa kuliah di STIE Pelita Bangsa.

Banyak hal yang membuatnya merasa nyaman kuliah di sana, salah satunya adalah terbukanya kesempatan untuk mengikuti berbagai ekskul yang berkaitan dengan enterpreneur. Hal ini dirasa memberikan manfaat untuk dirinya dan juga mahasiswa lainnya.

Menurutnya, STIE Pelita Bangsa saat ini sudah mulai berkembang. Tidak saja banyaknya dosennya yang lulusan luar negeri, tapi STIE Pelita Bangsa juga menyediakan fasilitas pendukung yang lengkap seperti gedung perkuliahan, perpustakaan dan karya tulis mahasiswa sebagai pedoman dan acuan dalam kegiatan belajar dan mengajar.

Fasilitas olahraga yang luas serta sarana ibadah bagi umat Islam yang akan menjalani ibadah sholat lima waktu juga menjadi kelebihan yang dimiliki kampus Pelita Bangsa.

Hal yang sangat dikaguminya dari STIE Pelita Bangsa terutama Flexibilitas jadwal belajar. Sebagai pegawai di salah satu perusahaan swasta, Yani tidak mengalami kesulitan untuk menghadiri perkuliahan karena pekerjaannya.

“Disini, kita bisa kuliah tanpa meninggalkan pekerjaan,” terangnya.

Andianamara (Prody Manajemen, T.A 2016)

Mahasiswa Program Studi Manajemen ini berpendapat kampusnya sangat mendukung terlaksananya kegiatan kemahasiswaan. Hal itu terlihat dari kiprah Andianamara di kegiatan kampus sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Pengusaha Muda Indonesia (HIMAPINDO) Pelita Bangsa.

Menurutnya, era mahasiswa zaman milenial ini, apapun jurusan kuliahnya, prinsip dasarnya harus mempersiapkan diri menjadi pengusaha sebelum sarjana. Pihak manajemen kampus STIE Pelita Bangsapun mendukungnya dan sangat mengapresiasi adanya organisasi berbasis kewirausahaan. “Hal ini dianggap baik untuk pengembangan diri mahasiswa, juga sejalan dengan visi kampus yang memang ingin menciptakan entrepreneur yang handal,” ungkapnya.

Kampus Pelita Bangsa, tambahnya, membuka peluang penuh bagi pihak luar untuk menjadi bagian terintegrasi yang men-support para mahasiswa generasi emas Indonesia agar memiliki konsep dan mindset menjadi pengusaha sebelum sarjana.

Muhamad Adi Mulyana (Prody Teknik Informatika, T.A 2015)

Laboratorium komputer manajemen informatika

Pria ini merupakan mahasiswa yang menentukan pilihan pertama studinya setelah lulus SMA di Teknik Informatika, Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Pelita Bangsa. STT Pelita Bangsa dipandang sebagai kampus bergengsi dan terbesar di Cikarang Kabupaten Bekasi yang memiliki pendidikan berkualitas.

Bagi Muhammad, kampus ini memiliki catatan yang membanggakan, baik dari segi prestasi mahasiswa, kualitas tenaga pengajar, maupun penyediaan sarana pendidikan yang lengkap dan memadai.

Kesukaannya di bidang Iptek telah menjatuhkan pilihan pada program study Teknik Informatika. Baginya, Jurusan ini erat kaitannya dengan kehidupan di masa yang akan datang dan akan selalu menjadi kebutuhan manusia.

Sebagai mahasiswa, Muhammad Adi Mulyana dikenal sebagai Aslab (Asisten laboratorium) STT Pelita Bangsa sejak 6 bulan yang lalu. Disaat menjadi Aslab, dia menyadari bahwa mengajarkan sesuatu itu tidak harus terikat oleh status, misalnya antara mahasiswa dengan dosennya. Tetapi, dengan menjadi teman diskusi antara adik dengan kakak tingkat maka target pendidikan dapat dicapai dengan mudah.

STT Pelita Bangsa, lanjutnya, telah menerapkan pola kegiatan belajar mengajar seperti itu. “Saya bersyukur menjadi salah satunya yang dipercaya menjadi Aslabnya,” ujarnya.

Kampus Berkelas Biaya Terjangkau

Kampus Pelita Bangsa yang megah, luas dan lengkap

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Bangsa yang berada di jalan Inspeksi Kalimalang Tegal Danas Cikarang Kabupaten Bekasi merupakan salah satu perguruan tinggi di bawah pengelolaan Yayasan Pelita Bangsa. Kampus ini berdiri megah dengan dua gedung tinggi utama dan puluhan kelas serta berbagai fasilitas yang menunjang kegiatan perkuliahan. Setiap bangunan utama dilengkapi eskalator dan lift yang menghubungkan antara lantai satu dengan lantai berikutnya.

Sejak awal berdiri tahun 2001, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Bangsa membuka 2 Program Studi yaitu Manajemen Strata Satu dan Studi Akuntansi (Diploma Tiga). Pada kedua Program Studi ini, calon mahasiswa ditawari berbagai macam keterampilan, yakni pada bidang ekonomi, administrasi bisnis, manajemen dan pemasaran.

Kegiatan Belajar Mengajar di STIE Pelita Bangsa
Mahasiswi STT Pelita Bangsa

Program studi berikutnya dikembangkan melalui Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Pelita Bangsa, yaitu program studi Teknik Informatika, Teknik Lingkungan dan Arsitektur. Ketiga program study ini memberikan materi perkuliahan tentang bagaimana mengaplikasikan keterampilan di bidang sains, teknologi dan rekayasa menjawab persoalan-persoalan di dunia kerja.

Targetnya, setiap lulusan harus menguasai keilmuannya, lalu menerapkan konsep tersebut serta mengaplikasikannya melalui pola pikir dan perilaku yang profesional secara enterpreneur.

Diskusi Kelompok Mahasiswa

Program study lain yang kemudian dikembangkan yakni Ekonomi Syariah melalui Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pelita Bangsa. Program Studi ini telah melalui proses pengembangan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa dan mahasiswi pada subyek yang luas. Fokusnya adalah aspek Ekonomi Syariah  dan pengelolan terhadap perekonomian Islam serta pemahaman tentang sistem syariah secara keseluruhan.  Disamping itu merupakan prestasi yang membanggakan bahwa salah satu mahasiswa STAI yang bernama Ismamudi terpilih sebagai ketua FOSSEI ( Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam ) se Jabodetabek, suatu amanah yang menguatkan kami di STAI Pelita Bangsa.

Kegiatan Belajar Mengajar

“Target program ini, setiap lulusannya mampu memadukan filosofi Islam dan teknik pengelolaan secara islamiah melalui aplikasi global yang telah diterapkan di dunia,” terang Nining Yuningsih, S.Pd., M.M, Humas Pelita Bangsa didampingi dua dosen Kampus pelita Bangsa, Wening Ken Widodasih, S.E., MM dan SUrya Bintarti, S.E., MM kepada MITRA News ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (08/12/2018).

Nining Yuningsih menjelaskan bahwa Standar Nasional Pendidikan pelaksanaan penjaminan mutu di Kampus Pelita Bangsa merupakan kegiatan yang wajib dilakukan. Landasan hukum dari sistem pendidikan tinggi dan penjaminan mutu ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012,  Nomor 20 tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005.

Humas Pelita Bangsa, Nining Yuningsih, S.Pd., M.M

Menanggapi pendapat para mahasiswa tentang biaya kuliah di STIE Pelita Bangsa yang terjangkau bagi masyarakat kalangan ekonomi menengah ke bawah, Nining Yuningsih mengakuinya. “STIE Pelita Bangsa memang selalu berupaya semaksimal mungkin dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenyam perkuliahan dengan biaya yang terjangkau tetapi kualitas mewah,”.

Lorong kelas STIE Pelita Bangsa

Dia menambahkan, setiap memasuki Tahun Ajaran baru, STIE Pelita Bangsa menerima pendaftaran calon mahasiswa tidak kurang dari 2000 orang. “Alhamdulillah mas, kampus megah Pelita Bangsa ini sudah dikenal banyak kalangan sekolah dan industri, mereka sangat antusias untuk bisa kuliah di Kampus Pelita Bangsa mengingat biaya yang terjangkau, kualitas pendidikan yang mumpuni, akses transportasi yang mudah dan tentunya kampus nya yang megah,” kata Nining.

Adapun dalam rangka pengembangan bakat kewirausahaan mahasiswa, manajemen kampus STIE Pelita Bangsa, STT Pelita Bangsa dan STAI Pelita Bangsa mengapresiasi keberadaan organisasi mahasiswa berbasis enterpreneur. Seperti yang baru-baru ini dideklarasikan mahasiswa se Bekasi Raya di kampus Pelita Bangsa pada awal Agustus 2018, yaitu Himpunan Mahasiswa Pengusaha Muda Indonesia (HIMAPINDO) se Bekasi Raya dengan Ketua Umumnya terpilih dari STIE Pelita Bangsa yaitu Asep Widana atau yang terkenal dengan sebutan Kang Asep Ikan, karena mahasiwa tersebut terkenal sebagai penggerak Kelompok Petani Budi Daya  Ikan (POKDAKAN ) di tanah kelahirannya yaitu Subang.

Aktivitas organisasi kemahasiswaan Himapindo pada kegiatan Talkshow bersama pengusaha Aspelindo

“Konsepsi Himapindo sejalan dengan visi STIE Pelita Bangsa yakni terwujudnya program studi yang menghasilkan lulusan profesional dan enterpreneurial dengan berorientasi pada kehidupan madani di wilayah Jawa Barat pada tahun 2020,” kata Nining.

Sebagai sarana pembelajaran berorganisasi di Pelita Bangsa para mahasiswa dapat berpartisipasi pada berbagai bidang organisasi kemahasiswaan seperti  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Himpunan Mahasiswa (HIMMA) , Mahasiswa Pencinta Alam Pelita Bangsa (Mapala Petang). Disamping itu di Kampus Pelita Bangsa juga terdapat unit PUSPADIWIRA (Pusat Pengembangan Studi Wirausaha). Pada unit ini dikembangkan motivasi wirausaha dan penguatan karakter wirausaha mahasiswa agar semakin kuat untuk membekali tercapainya cita-cita ” Menjadi Pengusaha Sebelum Sarjana”.

Deklarasi HIMAPINDO Pelita Bangsa

Selain itu juga terdapat Unit KSPM (Kelompok Studi Pasar Modal). Unit ini memberi pembekalan mahasiswa yang ingin memperdalam dan menyiapkan karir mendatang di bidang Pasar Modal serta kelompok-kelompok Studi lainnya seperti ENTRYS CLUB (Entrepreneur Study Club) dan MRC (Marketing Study Club). Kedua unit ini lebih pada pendalaman pembimbingan mahasiswa pada penelitian Entreprenerial, Marketing dan lain-lain.

Prestasi Mahasiswa

Prestasi mahasiswa Pelita Bangsa

Banyak Prestasi yang sudah diraih mahasiswa Pelita Bangsa, baik di STIE, STT maupun STAI, diantaranya Juara Umum III Silat tingkat Internasional pada event Bekasi Open 2017, Juara Taekwondo Tingkat Propinsi oleh Taekwondoin atlet PB yang cantik Elsa Nuri, Pesilat Terbaik Putra pada POMNAS di Makasar yaitu pesilat M. Wannur Resa.

Elsa Nuri

Prestasi mahasiswa Kampus Pelita Bangsa yang tergabung dalam KSPM juga tak kalah bersaing. Setiap tahunnya selalu menorehkan prestasi melalui kepiawaiannya bermain di kompetisi Pasar Modal Tingkat ASEAN.

Kampus Pelita Bangsa, selain mengapresiasi keberadaan organisasi Himapindo dan organisasi kemahasiswaan, juga aktif mengadakan program KKN mahasiswa setiap tahunnya. “Pelaksanaan kegiatan KKN Kampus Pelita Bangsa ini sudah kesekian kalinya dengan target mahasiswa mengetahui secara langsung keadaan yang terjadi di masyarakat dan bersentuhan dengan semua orang yang terlibat di dalamnya,” kata Nining.

Mahasiswa pesilat kampus Pelita Bangsa
Prestasi mahasiswa Pelita Bangsa
Program KKN Pelita Bangsa

KKN Pelita Bangsa tahun 2018, lanjut Nining, ada tiga program yang digelar, yaitu program penyangga, program utama/inti dan program pengisi. Program-program tersebut dilaksanakan di beberapa wilayah meliputi wilayah Dusun 1 dan Dusun 3, Desa Pasirsari Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat.

Program penyangga untuk penghijauan tahun ini (2018) dilakukan di RT. 002/001 wilayah Dusun 1 dan di RT. 018/006 wilayah Dusun 3 dengan penanaman bibit Jambu  Crystal, Sirsak dan tanaman keras sejenis Mahoni. ”Pohon-pohon ini kami peroleh dari kontribusi CSR pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi pengusaha Industri Indonesia,” katanya.

Penanaman pohon oleh mahasiswa Pelita Bangsa

Lalu program utama KKN Pelita Bangsa membuat Saung ABG (Akademisi Bisnis Goverment) sebagai tempat Posko untuk memonitor KKN dan pada Program Pengisi, KKN Pelita Bangsa mengadakan lomba anak-anak yang bertujuan untuk mengoptimalkan budaya atau hasil lokal. Kegiatan ini dilakukan pada 21 April 2018 bertepatan dengan hari Kartini.

Kuliah Kerja Nyata STIE Pelita Bangsa di Desa Sukadami, Cikarang Selatan

Nining Yuningsih menambahkan, kampus Pelita Bangsa senantiasa berupaya menghasilkan lulusan berkualitas yang berprestasi. “Beberapa award sudah kami terima, baik secara kelembagaan, organisasi mahasiwa maupun personal mahasiswa itu sendiri,” terangnya. 

Pendapat Tokoh Masyarakat

Budiyanto (Ketua Umum HIMAPINDO, Sekjen ASPELINDO)

SEBAGAI warga Cikarang saya bangga Pelita Bangsa menjadi fasilitator dan dinamisator perubahan mindset dan pemikiran pemuda usia produktive. Banyak dari mahasiswa yang statusnya pekerja bisa meluangkan waktunya menjadi mahasiswa dengan waktu fleksibel dan biaya terjangkau,” ungkapnya.

Kampus Pelita Bangsa bagi Budiyanto adalah icon kota Cikarang dan kampus rakyat yang bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat yang akan mengubah nasibnya secara sistemik melalui pendidikan tingkat tinggi.

“Maju terus kampus pelita bangsa untuk mencetak generasi muda Indonesia menjadi lebih baik dan mandiri untuk kesejahteraan diri keluarga, bangsa dan negara Indonesia,” ucapnya.

Kerjasama Himapindo dengan Kampus Pelita Bangsa

H. Aziz Pelor (Ketua Aspelindo Kabupaten Bekasi)

Ketua Asosiasi Pengusaha Limbah Industri Indonesia (Aspelindo) Kabupaten Bekasi merasa bangga dapat bekerja sama dengan seluruh jajaran kampus Pelita Bangsa, mulai dari mahasiswa, dosen mapun pengelola yayasan Pelita Bangsa. “Kami bangga dapat melakukan program penanaman pohon yang dilaksakan bersama-sama dengan pihak Pelita Bangsa,” ungkapnya.

Selama pelaksanaan kerjasama, pihaknya telah menyebarkan dan menanam pohon sebanyak lebih dari 30 ribu pohon buah dan pohon keras. Semua penanaman dilakukan bersamaan dengan kegiatan KKN Pelita Bangsa bersama masyarakat.

“Kami akan selalu siap membantu dan menyediakan bibit tanaman sebagai salah satu dari bagian CSR nya rekan-rekan kami pengusaha limbah di Cikarang,” ucapnya. (RED)

Ketua Himapindo Kabupaten Bekasi H. Aziz Pelor baju putih)

 

Tinggalkan Balasan