Menjadi Pengusaha sebelum Sarjana

Merubah orientasi pemikiran dan pergerakan anak muda dan mahasiswa Indonesia menjadi suatu keharusan yang tidak boleh ditunda lagi. Dari semua kalangan masyarakat Indonesia, tua maupun muda yang namanya sekolah adalah cara untuk mencari dan mendapatkan pekerjaan sehingga sekolah setinggi apapun akhirnya hanya menjadi pekerja. Kadang kebanyakan kita disorientasi, dimana belajar adalah harusnya menjadi sarana membangun kemandirian bangsa dalam hal berfikir dan juga bertindak untuk menjadikan diri dan Indonesia lebih baik, ternyata kita berfikir untuk dikerjain orang lain bahkan dikerjain bangsa lain. Kata Bob Sadino, “Anda ini mau kerja atau dikerjain orang ?”

Himapindo dalam seminar kewirausahaan di Gedung Orange County Meikarta Lippo Cikarang mengundang lebih dari 400 pemuda mahasiswa Cikarang dan sekitarnya menyampaikan bagaimana sebaiknya orientasi pemikiran dan tindakan dirubah secara sistemik dan by design. Jangan kemudian bertahan menjadi “tahanan Jepang, tahanan Korea, tahanan China” harus bangkit menjadi sesuatu yang lebih berdaya dan lebih mandiri. Dengan segala pengalaman yang sudah ditempuh ditambah dengan peningkatan kapasitas dengan kuliah tambahan di kampus semestinya kita juga mampu melakukan langkah2 lebih strategis dan lebih memberikan manfaat lebih besar.

Dengan menghadirkan Pengusaha yang sekaligus Sekjen Aspelindo/Ketua Umum Himapindo Budiyanto, S.Pi meyakinkan bahwa para pemuda dan mahasiswa Indonesia mampu menjadi lebih baik asalkan sejak awal memiliki mimpi dan visi usaha yang kuat. Bukan lagi mimpi jadi pekerja. Instrumen menjadi pengusaha harus dipahami dan kemudian melakukan langkah2 menjadi pengusaha, pasti pemuda dan mahasiswa Indonesia bisa juga menjadi Pengusaha. “Menjadi Pengusaha akan membuat kita lebih merdeka, lebih berdaya dan ekonomi juga lebih sejahtera”, kata Budiyanto dengan penekanan yang kuat dan semangat.

Pun juga owner STEBI Global Mulia, Teguh Wibowo Yasin, meyakinkan bahwa dengan pendidikan, pemuda dan mahasiswa Indonesia akan punya bekal ilmu yang akan mampu merubah diri dan kehidupan menjadi lebih baik dan sistemik. “Pendidikan adalah modal dasar untuk merubah kehidupan kita menjadi lebih baik”, pungkasnya.

Diperkuat dengan pemaparan Agus Pratomo Budi Santoso Notaris Kabupaten Bekasi, bahwa kesempatan usaha yang luas di Bekasi adalah tantangan dan peluang tersendiri yang tidak dimiliki wilayah lain, instrumen utama untuk bisa akses kesempatan usaha besar ini adalah Badan Hukum Usaha formal yang sah menurut peraturan yang berlaku. “Badan Hukum Usaha CV dan PT adalah mutlak dibutuhkan sebagai instrumen kerjasama usaha antar lembaga usaha dan bisnis besar, dan itu harus disiapkan sebelum kita melakukan kegiatan usaha”, tandasnya.

Selain pemaparan materi seminar, para sponsor juga melakukan presentasi produknya khusus Meikarta dan Coca Cola Amatil, sehingga para peserta juga mendapatkan informasi tambahan sebagai tambahan informasi dan juga wawasan.

Kesimpulan acara tersebut adalah menekankan kepada seluruh peserta agar berani melakukan langkah strategis untuk bermimpi menjadi pengusaha, bukan lagi menjadi pekerja, harus melakukan kegiatan usaha dan segera mendirikan badan hukum usaha serta membangun komunikasi usaha dengan instrumen2 utama yang bisa support peningkatan kewirausahaan sehingga saat ini dan kedepannya pemuda dan mahasiswa Indonesia Indonesia tidak lagi sekolah dan kuliah hanya untuk menjadi pekerja tapi sekolah dan kuliah dalam upaya mempersiapkan dirinya menjadi Pengusaha Indonesia. (***)


Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *