Menuju Desa Wisata, Seperti Inilah Upaya Bumdes Hegarmukti Lestari

Desa Hegarmukti yang terletak di Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi ini sering menjadi studi banding bagi para ilmuwan, seniman dan budayawan, bahkan ada yang dari mancanegara. Keberadaannya pun menjadi perhatian para pejabat negara, Provinsi dan tentunya Pemerintah Kabupaten Bekasi. Beberapa kali statement disampaikan Menteri Kabinet Pemerintahan Jokowi yang menyatakan Hegarmukti akan menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan. Hal ini disebabkan Desa Hegarmukti memiliki Situ Binong yang melegenda!.

Bidang pariwisata Asam Somantri menyisir Situ Binong

Bekasi, MITRA NEWS – Situ Rawabinong sungguh memiliki ‘magnet’ bagi masyarakat. Setiap harinya disambangi masyarakat walau hanya sekadar memancing.  Terlebih setiap diadakan event memancing dan pada hari libur, ratusan pemancing berduyun-duyun menyambangi Rawa Binong untuk menyalurkan hobinya.

“Potensi Rawa Binong sangat besar menjadi destinasi wisata, sebab berada di wilayah yang strategis yakni berdekatan dengan pusat pemerintahan,” tutur Kepala Desa Hegarmukti, Ajo Subarjo.

Kepala Desa Hegarmukti Ajo Subarjo terjun langsung melakukan penataan akses jalan menuju Situ Binong

Menurutnya, Situ Binong begitu ‘dihormati” dan dihargai keberadaannya oleh masyarakat hingga menggelar tradisi hajat bumi setiap tahun. “Saya tidak menemukan tradisi semacam ini di situ-situ lain di Jabodetabek, kebanyakan dari situ-situ itu sudah tidak terawat dan masyarakatnya masa bodoh dengan situnya” tambah Ajo Subarjo yang memiliki histori keluarga terhadap leluhur penjaga Situ Binong.

Kepala Desa Hegarmukti Ajo Subarjo menyisiri jalur Situ Binong

Dikatakan Ajo Subarjo bahwa melestarikan budaya di era modern ini merupakan tantangan yang cukup berat. Begitupun menjaga dan memelihara tempat wisata yang kental dengan tradisi leluhur memerlukan upaya dan terobosan yang kreatif. “Namun dengan komitmen bersama seluruh masyarakat Desa Hegarmukti, saya optimis dapat mengembangkan Situ Binong sebagai kawasan wisata budaya,”ungkapnya. Terlebih keberadaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Hegarmukti Lestari telah ditunjuk sebagai pelaksana upaya pelestarian dan pengembangan Situ Binong tersebut.

“Saya percaya, Bumdes Hegarmukti Lestari mampu mengelolanya dengan baik dan menjadikan Hegarmukti sebagai Desa Wisata yang menjadi kebanggaan seluruh masarakat Kabupaten Bekasi dan Jawa Barat,” ungkapnya.

Seminggu Sejuta Pengunjung

Direktur Bumdes Hegarmukti Lestari ABdul Hay menyusuri Situ Binong, Cikarang Pusat

Dalam pantauan MITRA NEWS, sejak kepengurusan baru periode tahun 2018- 2023, melalui kepemimpinan Abdul Hay selaku Direktur Bumdes Hegarmukti Lestari, upaya penataan, pelestarian dan pengembangan Situ Binong gencar dilakukan. Kerja bhakti bebersih situ binong menjadi agenda rutin Bumdes Hegarmukti Lestari setiap minggunya.  Baca :http://www.mitrakaruniasehati.com/2018/12/17/bumdes-hegarmukti-lestari-bersihkan-situ-rawabinong-bumdes-hegarmukti/

Tokoh masyarakat setempat Agung Suganda bahu membahu melakukan pembersihan Situ Binong

“Kami sebagai pengurus Bumdes Hegarmukti Lestari sangat peduli terhadap kebersihan lingkungan yang ada di Situ Rawabinong,” ucap Direktur Bumdes Hegarmukti Lestari, Abdul Hay.

Untuk mencapai target tersebut, Abdul Hay telah mempersiapkan konsep strategis pengembangan Kawasan Wisata Situ Binong.

Dia menargetkan, tahun 2020 ke depan, Situ Binong akan menjadi salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dengan jumlah pengunjung sebanyak 1 juta wisatawan setiap minggunya.

Sejarah Situ Binong

Dari kiri ke kanan : Direktur Bumdes Hegarmukti Lestari Abdul Hay, tokoh masyarakat setempat Agung Suganda ketua Media Online Indonesia Kabupaten Bekasi Doni Ardon

“Ya, sudah kami rancang Master Plan nya dan konsep kemitraan pun
yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Abdul hay. Adapun stakeholder yang sudah terlibat merupakan sosok yang kredibel dan memiliki jiwa kepedulian tinggi terhadap upaya pengembangan kawasan wisata di Kabupaten Bekasi, khususnya Situ Binong.

Nama Situ Binong, bagi sebagian masyarakat Kabupaten Bekasi mungkin agak asing di telinga, terutama bagi pendatang. Tapi bagi masayarakat Kecamatan Cikarang Pusat, Situ Binong adalah sumber kehidupan yang diwariskan oleh nenek moyang, berupa sumber air atau tepatnya danau buatan yang dibuat pada jaman penjahan Belanda. Danau tersebut berfungsi untuk menyimpan persedian air yang mengaliri irigasi dan pesawahan.

Menurut hasil penelitian Dr. Amy Meutia dari LIPI, Situ Binong dibuat sekitar tahun 1917. Penegasan itu disimpulkan lantaran pada tahun 1905-1910 tidak terlihat keberadaan Situ Binong pada peta nasional.

Keberadaan Situ Binong diketahuinya setelah berkunjung ke Belanda. menurut peta buatan Belanda, keberadaan Situ Binong dimulai pada era tahun 1915 hingga 1920. Kesimpulan berdirinya Situ Binong tahun 1917 didapat dari hasil studi dan wawancara LIPI ke keturunan-keturunannya yang masih ada hingga saat ini.

Melepas lelah usai kerjabhakti pembersihan SItu Binong

Seiring pekembangan jaman, Situ Binong tidak hanya berfungsi sebagai penyimpanan air untuk irigasi, tetapi menjadi salah satu tempat yang sangat diminati masyarakat. Setiap hari libur, Situ Binong selalu ramai pengunjung yang sekedar melepas kepenatan dan bagi yang hoby memancing menjadi salah satu spot yang banyak diminati karena keindahan panoramanya yang khas.

Selain tempatnya yang asri, Situ Binong juga sangat mudah di akses. Bagi pengguna kendaraan roda empat, bisa ditempuh dengan jarak hanya 250 meter dari pintu keluar Cikarang Pusat dan tersedia 2 jalur transportasi selebar badan jalan 15 meter menuju Situ Binong. (DOMPLINK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *