KPU Lawan Hoax Pengganggu Pemilu

KPU menunjukkan surat suara masih utuh tidak ada yang dicoblos

Jakarta, MITRA NEWS – KPU melaporkan pembuat dan penyebar hoaks soal tujuh kontainer surat suara yang dicoblos ke Bareskrim Polri. Ketua KPU Arief Budiman mendatangi Bareskrim Polri sekitar pukul 15.20 WIB.

Ia ditemani Bawaslu dan para komisioner KPU. Arief menyatakan KPU siap melawan siapa saja pembuat dan penyebar hoaks.

Diakuinya bahwa KPU mendengar kabar ada tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos di kawasan Tanjung Priok. “Kami mendapat info tujuh kontainer suara suara dicoblos, dan kami sudah buktikan ternyata tidak benar,” kata Arief.

Kabar Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Pemilu Telah Dicoblos, KPU Minta Polisi Lacak Tersangka

Dia menegaskan KPU punya kewajiban membuat pemilu aman damai, luber, adil. “Maka jika ada ancaman dan tindakan yang mengganggu pemilu maka KPU akan melawan,” kata Arief seraya meminta polisi mengusut dan menangkap pembuat dan penyebar hoaks tersebut.

“Kami berharap supaya bisa ditindak sesuai aturan berlaku,” ucapnya. Sebagai barang bukti, KPU membawa salinan tulisan berita, gambar hingga suara yang akan diserahkan pada polisi.

“Ada gambar, suara, ada tulisan itu kami sampaikan,” Arief menandaskan.

Ninja Laporkan 3 Politisi Penyebar Hoax

Sebelumnya, relawan Jokowi-Ma’ruf yang tergabung dalam Negeriku Indonesia Jaya (Ninja) melaporkan dua politisi berinisial A dan satu orang yang belum diketahui namanya, terkait dugaan hoaks tujuh kontainer surat suara dicoblos.

Laporan tersebut termuat dalam register nomor: LP/B/0008/I/2019/BARESKRIM, tertanggal 3 Januari 2019.

NINJA Laporkan hoax 7 kontainer

“Yang dilaporkan ada tiga orang, berkaitan surat suara yang 70 juta sudah dicoblos, ternyata berita itu tidak benar. Inisialnya A, dua-duanya A, satu orang belum diketahui,” ucap Ketua Umum Ninja, Suhadi, di Bareskrim Polri, Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta kepada wartawan.

Pelapor melampirkan sejumlah bukti. Di antaranya berita-berita yang beredar dan rekaman suara.

“Berita yang saya ambil. Kemudian ada rekaman suara yang mengatakan 70 juta surat suara yang sudah dicoblos,” ungkap Suhadi.

Dia merasa dirugikan atas beredarnya hoaks tersebut. Karena, pihaknya ingin pilpres tanpa hoaks dan tak diwarnai keributan.

“Kalau didiamkan ini jadi antipati dan masyarakat tak mau ke TPS. Jadi, itu tidak benar. Dan bentuk ketidakbenaran itu, harus kita laporkan,” jelas Suhadi.

Ada dua pasal yang disangkakan terhadap laporan tersebut. “Pasal 28 ayat 1, pasal 45 ayat 2 UU ITE,” pungkasnya.

Polri Buru Pelaku Hoax 7 Kontainer

Secara terpisah, Kabareskrim Polri Komjen Pol Drs Arief Sulistyanto, mengatakan, pihaknya sudah mengantongi sejumlah barang bukti, terkait hoaks 7 kontainer surat suara yang tercoblos. Salah satunya rekaman suara seseorang.

Mendagri desak Kabareskrim Polri menangkap penyebar hoax 7 Kontainer surat suara tercoblos

“Kami sudah menerima kiriman dari teman-teman media ini suara siapa,” ucap Arief kepada MITRA NEWS di kantornya, Jakarta, Jumat (04/01/2018) pagi.

Dalam rekaman itu disebutkan sejumlah nama. Arief memastikan semuanya akan diperiksa. “Semua, akan kita lakukan identifikasi semuanya,” pungkasnya.

Dia mengimbau semua masyarakat agar bisa dengan cermat dalam menerima informasi yang belum tentu benar. “Diimbau pada masyarakat untuk saring dulu pemberitaan di media. Cari darimana asalnya, kemudian cari kebenarannya, terus dipikir apakah boleh untuk share atau tidak,” pungkas Arief. 

Isi Rekaman Hoax

Rekaman berdurasi 44 detik yang menyebut ada 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos telah membuat resah masyarakat. Berikut isi rekamannya;

Sekarang ini ada 7 kontainer di Tanjung Priok, sekarang lagi geger. Marinir sudah turun, sudah dibuka satu. Isinya kartu suara yang dicoblos nomor satu. Sudah dicoblos Jokowi. Mungkin dari Cina itu. Total katanya, kalau 1 kontainer 10 juta, berarti kalau ada 7 kontainer, ada 70 juta suara sudah dicoblos nomor satu. Tolong disampaikan ke akses, ke Pak Dharma kek, atau Gerindra Pusat, untuk segera kesana, minta dikirimin nomor telepon orangku yang disana. Untuk membimbing ke kontainer itu. Ya, atau syukur ekses Pak Djoko Santoso, pasti marah kalau beliau. Langsung ngecek sana ya,” ucap seseorang dalam rekaman tersebut. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *