Ganggu Masuk Keluar Jalan, Warga Keluhkan Proyek Pelebaran Jalan Kalimalang Tegaldanas

Pembongkaran jalan keluar masuk pemukiman warga dilakukan Kontraktor proyek pelebaran jalan Kalimalang Tegaldanas tanpa koordinasi dengan ketua RT, RW, Kadus dan Kades setempat

Bekasi, MITRA NEWS – Warga Dusun 3 Desa Hegarmukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi mengeluhkan pelaksana proyek pelebaran jalan KH. Noer Ali Kalimalang Tegal Danas yang dinilai bekerja semau gue. “Kontraktor proyek belum ada koordinasi dengan kami, bekerja tanpa permisi dan seenaknya menutup akses keluar masuk jalan umum,” ucap ketua BPD Desa Hegarmukti Dedi Hendriyana.

Selama ini, belum pernah ada koordinasi sekalipun dari pelaksana proyek, baik terhadap ketua BPD, Kepala Dusun, ketua RW maupun ketua RT.

“Kontraktor membongkar jalan tanpa permisi dan seenaknha menghambat akses jalan masuk warga, bahkan terkadang memarkir mobil Beko sembarangan di pinggir jalan sehingga menyebabkan kemacetan panjang di jalan Kalimalang Tegaldanas,” tambahnya.

Kendaraan menumpuk akibat jalan masuk pemukiman warga dibongkar pelaksana proyek pelebaran jalan kalimalang

Seperti peristiwa Selasa (08/01/2019) malam, sejumlah warga di RT 01 – 02 RW 12 Dusun 3 Desa Hegarmukti mengancam akan menempatkan mobil rusak di jalan keluar masuk Perumahan Puri Insani Tegal Danas. Warga sepertinya sudah sangat kesal terhadap pelaksana proyek yang tidak mau koordinasi dengan warga setempat.

Macet panjang di jalan Kalimalang Tegaldanas akibat ulah kontraktor yang membongkar jalan masuk pemukiman warga tanpa koordinasi. Akibatnya kendaraan menumpuk di bahu jalan.

“Kita mau pasang mobil rusak disini (jalur proyek pelebaran jalan Kalimalang) biar pekerjaan mereka kami hambat sekalian karena selama ini mereka juga seenaknya menghalangi jalan keluar masuk pemukiman tanpa permisi,” ucap ketua RT 01/12 Desa Hegarmukti, Ardon.

Diakuinya bahwa ancaman warga serius dan sudah disampaikan kepada Babinsa TNI AD, Bhabinkamtibmas, Ketua BPD dan Kepala Desa Hegarmukti.

“Kita sudah kepalang kesal karena ga pernah diorangin, dipikirnya warga diem aja mereka bongkar jalan kita tanpa permisi,” ucap dia.

Ketua RT 01/12 Desa Hegarmukti bersama kepala Dusun 3 Dedi mengawasi aktivitas proyek pelebaran jalan Kalimalang yang mengganggu akses masuk pemukiman warga

Menurut Ardon, akibat pembongkaran jalan masuk ke perumahan, beberapa pengendara sempat tergelincir dan terjebak di lumpur. “Yang kasihan itu ibu ibu saat melewati jalan yang dibongkar, dia sempet jatuh, kasihan banget apalagi kondisi lagi hujan,” geramnya.

Ditambahkan Ardon, selain menghalangi jalan keluar masuk pemukiman, banyak fasilitas umum yang dikorbankan pelaksan proyek pelebaran jalan Kalimalang Tegaldanas. Banyak fasilitas umum termasuk jalan gang warga, lampu penerangan, rambu peringatan yang dibongkar dan dirusak tanpa permisi. “Jalan janji memperbaiki kembali, permisi juga enggak, padahal fasilitas tersebut dibangun oleh dana patungan warga,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Hegarmukti Ajo Subarjo didampingi Kepala Dusun 3 Desa Hegarmukti, Dedi mengakui warga sepanjang Kalimalang Tegaldanas sangat senang dengan program pelebaran jalan yang dilakukan pemerintah. Program tersebut dipandang sebagai solusi mengatasi kemacetan yang terjadi di sepanjang jalan Kalimalang, khususnya Pasar Tegaldanas.

Kepala Desa Hegarmukti Ajo Subarjo didampingi kepala Dusun 3 Dedi turun langsung meredam amuk warga

Hanya saja, pekerjaan jalan tidak pernah ada sosialisasi dengan masyarakat setempat. “Pelaksana proyek hendaknya menjelaskan kepada warga tentang rencana pembangunan jalan dan hal hal teknis serta dampak yang akan diterima masyarakat,” sarannya.

Secara terpisah, koordinator keamanan proyek pelebaran jalan Kalimalang, Handoko ketika dihubungi MITRA News mengakui pihaknya telah meminta maaf kepada ketua RT 01/12 Desa Hegarmukti karena aktivitas proyek yang telah mengganggu akses keluar masuk pemukiman warga.

Setelah diamuk warga, kontraktor menurunkan batu split untuk menambal jalan masuk pemukiman warga yang dibongkar tanpa koordinasi

Dirinya juga telah memerintahkan pelaksana proyek agar menurunkan batu split 1 dump truk untuk menambal jalan beton yang dibongkar sehingga kendaraan bisa lalu-lalang kembali.

“Secepatnya saya akan silaturahmi dan koordinasi dengan pak RT serta tokoh masyarakat di Desa Hegarmukti,” ungkapnya. (DOMPLINK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *