Pelaku Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos, Salah Satunya Warga Kota Deltamas, Cikarang

Polisi menggiring Bagus Bawana Putra, tersangka kasus berita hoax 7 kontainer

Bekasi, MITRA NEWS – Salah satu kreator informasi hoaxs adanya tujuh kontainer surat suara tercoblos, Bagus Bawana Putra alias BBP akhirnya diciduk polisi. Diketahui, Bagus Bawana bersama keluarganya tinggal di Cluster Catania Ekstension, Deltamas, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia berhasil menangkap sejumlah pelaku pembuat dan penyebar hoaks rekaman tujuh kontainer yang mengangkut surat suara tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Rekaman video hoaxs disebar pelaku melalui sejumlah platform, seperti YouTube, Twitter, Instagram, Facebook, Website, Portal Media online dan WhatsApp.

“Penangkapan para pelaku merupakan realisasi dari janji aparat kepolisian yang akan mengusut tuntas kasus penyebaran hoaks tersebut dan menindaklanjuti laporan yang disampaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU),” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo dalam press release di Mabes Polri, Rabu (08/01/2019).

Mabes Polri menggelar press release terkait penangkapan pelaku Hoax 7 kontainer surat suara tercoblos

Selain itu, menindaklanjuti permintaan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kepada Kabareskrim agar polisi mengusut tuntas hoaks tentang surat suara Pemilu 2019 sebanyak tujuh kontainer yang telah tercoblos dan berada di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. 

Dijelaskan Dedi Prasetyo bahwa berdasarkan hasil penyelidikan, polisi telah menetapkan empat tersangka kasus hoaks tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos.  Keempatnya ditangkap pada waktu dan tempat yang berbeda. 

Mulanya, polisi menetapkan HY dan LS sebagai tersangka. Keduanya berperan menyebarkan konten hoaks tanpa melakukan klarifikasi.

Kemudian, polisi menangkap J di Kecamatan Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah. J juga berperan memviralkan info hoaks tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos.

Kemudian, polisi kembali menangkap Bagus Bawana Putra di Bekasi, Jawa Barat, Senin (7/1/2019) yang berperan membuat rekaman hoaks tersebut.

“Tersangka atas nama Bagus ditangkap di Bekasi dan saat ini sedang dalam proses pemeriksaan di Bareskrim Polri,” ujar Dedi Prasetyo seraya menambahkan hoaxs itu berupa rekaman suara seorang lelaki yang berbunyi demikian:

Ini sekarang ada 7 kontainer di Tanjung Priok sekarang lagi geger, mari sudah turun. Di buka satu. Isinya kartu suara yang dicoblos nomor 1, dicoblos Jokowi. Itu kemungkinan dari cina itu. Total katanya kalau 1 kontainer 10 juta, kalau ada 7 kontainer 70 juta suara dan dicoblos nomor 1. Tolong sampaikan ke akses, ke pak Darma kek atau ke pusat ini tak kirimkan nomor telepon orangku yang di sana untuk membimbing ke kontainer itu. Ya. Atau syukur ada akses ke Pak Djoko Santoso. Pasti marah kalau beliau ya langsung cek ke sana ya“.

Pelaku dikenai Pasal Berlapis

Setelah menangkap 4 pelaku penyebar hoaxs atau berita bohong tentang 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos, Badan Reserse Kriminal Polri menyiapkan pasal berlapis dari Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE) dan UU Tindak Pidana Pemilu.

“Banyak yang bisa kami terapkan, kami terapkan pasal yang lebih tepat sehingga pelaku tidak bisa mengelak,” kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto.

Ketua KPU Arief Budiman (kanan) bersama Kabareskrim Komjen Pol Arief Sulistyanto (tengah) dan Komisioner Bawaslu Fritz Edward Siregar (kiri)

Dijelaskannya bahwa memberantas hoax adalah salah satu yang ditangani oleh polisi. Ia mengimbau agar seluruh elemen masyarakat bekerja sama dalam memberangus tindak pidana hoax yang belakangan ini semakin marak. 

“Apalagi, pemilihan umum akan segera dilaksanakan sebentar lagi,” ucapnya.

Pelaku Hoax merupakan Ketua Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo

Ketua RT 14 RW 7 Cluster Catania Ekstension, Agung Adiwijaya (43), saat ditemui di rumahnya, Rabu (9/1/2019) mengaku kaget warganya dijemput polisi.

Rumah Bagus Bawana Putra di Cluster Catania Ekstention, Kota Deltamas, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi

Apalagi, penangkapan Bagus dikarenakan diduga sebagai orang yang membuat dan memviralkan informasi hoaks adanya tujuh kontainer surat suara tercoblos.

“Saya dan warga di cluster terkejut atas pemberitaan penangkapan Bagus Bawana oleh pihak berwajib,” ungkapnya.

Agung tidak tahu-menahu jika Bagus merupakan Ketua Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo seperti ramai diberitakan. Sepengetahuannya, Bagus Bawana mempunyai usaha di bidang penjualan kopi gilingan di Jawa Tengah.

“Dia kerja usaha kopi penggilingan begitu, kerjanya di Jawa, beliau sering bolak-balik mengurus usahanya. Saya juga sempat dikasih contoh kopi buatannya sama beliau. Dia dulu juga mantan manajer hotel. Itu aja sih setahu saya,” ujarnya.

Adapun rumah nomor B8 telah ditempati Bagus dan keluarganya selama lebih dari delapan tahun. Bagus tinggal bersama istri, seorang anak dan ibu mertua di rumah tersebut.

Secara terpisah Kapolsek Cikarang Pusat AKP Somantri bersama Kapospol Deltamas, Aiptu Anwar mengaku telah memantau rumah kediaman Bagus di Cluster Catania Ekstension, Deltamas, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Cuma menjaga situasi Kamtibmas saja mas, kebetulan juga enggak ramai kok, kan penangkapannya juga bukan di sana, tapi di Sragen,” ujar Somantri. (***)

Tinggalkan Balasan