Buaya Pemangsa 3 Kambing Masih Berkeliaran di CBL

Warga yang beraktivitas di bantaran Kali CBL masih khawatir lantaran Buaya Pemangsa 3 Kambing milik warga masih berkeliaran dan belum tertangkap.

Ilustrasi Buaya belum tertangkap

Bekasi, MITRA NEWS – Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi telah berburu buaya di aliran Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) sejak beberapa empat hari ke belakang. “Perburuan dilakukan karena keberadaan buaya itu sempat viral dan mengkhawatirkan warga,” ucap Komandan Regu Tim Evakuasi dan Penyelamatan di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi, Adhi Nugroho.

Menurutnya, pihak Damkar berupaya mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dengan kemunculan buaya tersebut. Begitupun setelah adanya surat permohonan Camat Tambun Utara, Dodo Hendra Rosika kepada petugas Damkar Kabupaten Bekasi tanggal 11 Januari 2019.

“Di hari pertama, sebanyak delapan personil dikerahkan dengan menyisir pinggiran kali CBL. Hasilnya memang nihil tetapi sarangnya sudah terdeteksi,” ungkapnya.

Pencarian Buaya di Tambun Utara dengan cara manual dilakukan petugas Damkar Kabupaten Bekasi

Petugas juga menemukan ada banyak jejak kaki buaya di salah satu titik yang terindikasi menjadi sarang buaya di bantaran Kali CBL. Oleh karenanya, petugas akan membuat perangkap di lokasi tersebut untuk mempermudah proses evakuasi.

“Pencarian kita lakukan hingga saat ini dengan membuat perangkap untuk memudahkan kami mengevakuasinya,” kata Adhi.

Selain itu, pihaknya juga mengupayakan untuk memburu reptil tersebut dengan menghubungi pihak-pihak terkait seperti BKSDA, BPBD dan Damkar Kabupaten Bekasi.

“Saya sudah koordinasi dengan pengelola Taman Buaya di Serang Baru, tetapi ternyata orang (pawang buaya-red) dan alat untuk menangkapnya sedang digunakan di luar Bekasi,” ungkapnya.

Ditambahkan Adhi bahwa hingga saat ini, kedua ekor buaya tersebut belum tertangkap dan masih berkeliaran.

“Kita sedang mengupayakan untuk menangkapnya dengan cara manual menggunakan umpan dan membuat perangkap yang terbuat dari besi. Buayanya kan keluarnya malam, jadi memang harus menggunakan perangkap seperti itu,” kata dia.

Terpisah, Camat Tambun Utara Dodo Hendra Rosika menghimbau warga di sekitar lokasi untuk lebih waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di bantaran Kali CBL, khususnya kepada para petani yang mengambil air untuk mengairi lahan mereka menggunakan mesin pompa.

“Jadi pada saat beraktivitas, warga harus lebih waspada dan hati-hati karena infonya kan sudah ada 3 kambing warga yang dimangsa,” kata dia. (DOMPLINK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *