NAH INI DIA : Deretan Pejabat dan Politisi Terseret Kasus Suap Meikarta

Meikarta Marketing Galery tidak seramai sebelum OTT Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin

Kasus suap perijinan proyek Meikarta menyeret banyak nama pejabat dan politisi daerah hingga pusat. Nyanyian Mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin menjadi penyebabnya. Yang menjadi viral, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi pun disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan perkara Meikarta.

Bekasi, MITRA NEWS – Berikut ini sederet nama pejabat Kabupaten Bekasi yang sudah diperiksa KPK dalam kasus suap Meikarta. Mereka antara lain Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin, Wakil Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja (saat ini menjabat Plt Bupati Bekasi), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bekasi Jamaluddin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Sahat MBJ Nahor dan Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati.

Kemudian Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Dodi Agus, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi, pegawai pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi, Matalih, Kepala Seksi Pencegahan Shigit Parmudo Utomo dan Kepala Seksi Institusi Harno serta Kabiro Tata Ruang Pemda Bekasi Yusuf Taufik.

KPK juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Mereka yang diperiksa antara lain Kasi Pemanfaatan Ruang Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, Yani Firman dan Kabid Fisik Bappeda Pemprov Jawa Barat, Slamet.

Lalu, 14 anggota DPRD Kabupaten Bekasi juga diperiksa KPK terkait kasus suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta. KPK juga telah mengantongi nama-nama anggota DPRD Kabupaten Bekasi lainnya yang menerima paket pelesiran ke Thailand. Paket wisata ini muncul saat penyidikan kasus dugaan suap Meikarta.

Selain anggota DPRD, KPK memeriksa empat saksi lainnya yang bekerja di kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Bekasi. Mereka antara lain, Staf Setwan Fika Kharisma Sari, Staf Pansus Mirza Swandaru Riyatno dan dua Staf Setwan merangkap Kabag Persidangan yakni Rosid Hidayatulloh Namin dan Joko Dwijatmoko.

Mendagri Tjahjo Kumolo

Nyanyian Neneng semakin menambah oktafnya manakala sejumlah politisi dan pejabat di tingkat pusat disebut-sebut memiliki keterkaitan dalam kasus suap Meikarta. Dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap perizinan mega proyek Meikarta dengan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Senin (14/1/2019), Neneng menyebut nama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Mendagri disebut-sebut oleh Neneng saat menjawab pertanyaan jaksa KPK perihal rapat pembahasan Izin Pemanfaatan Penggunaan Tanah (IPPT) proyek Meikarta seluas 84,6 hektar. Dalam persidangan tersebut, Neneng mengatakan jika Tjahjo Kumolo meminta dirinya agar membantu perizinan mega proyek Meikarta.

Selain Tjahjo Kumolo, Neneng menyebut nama Dedi Mizwar yang saat itu masih menjabat Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat. Namun, perihal Dedi Mizwar, keterkaitannya bukan memuluskan ijin proyek Meikarta, tetapi meminta agar persetujua perizinan Meikarta ditunda terlebih dulu. Alasannya, luasan proyek tersebut membutuhkan rekomendasi dari gubernur Jawa Barat.

Kemudian Neneng menyebut nama pejabat pusat lainnya, yakni Soni Soemarsono yang menjabat Dirjen Otonomi Daerah. (ADE AKEW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *