Eka Tjipta Meninggalkan Kekayaan Rp 205 Triliun

Pendiri Sinar Mas meninggal dunia

Jakarta, MITRA NEWS – Pendiri sekaligus pemilik kerajaan bisnis Sinarmas Group Eka Tjipta Widjaja meninggal dunia pada Sabtu (26/1/2019) pukul 19.43 WIB. Di usianya yang mencapai 97 tahun, lelaki kelahiran 27 Februari 1921 itu meninggalkan kekayaan senilai Rp. 205 Triliun. Sejarah perjuangannya tercatat dalam sebuah mahakarya Kisah Hidup Anak Bangsa : Hanya Cobaan, keluaran MITRA News tersebar di YouTube dengan link https://youtu.be/DycQMRGf4dA .

Gandi Sulistyo, Direksi Sinarmas Grup menuliskan dalam pesan singkatnya kepada wartawan, “Telah meninggal dunia Pukul 19.43 WIB Bapak Eka Tjipta Widjaja Sinarmas. Akan disemayamkan di rumah duka Gatot Subroto, Jakarta”.

Pesan singkat, namun penuh makna, berhubung yang meninggal adalah Eka Tjipta Widjaja, pemilik Sinarmas Group yang pada 2018 dinobatkan Forbes sebagai orang terkaya kedua di Indonesia dengan kekayaan senilai Rp 205 triliun.

Perjuangan hidup

Tak banyak yang tahu masa lalu Eka yang memprihatinkan. Sejak pertama kalinya menginjakkan kaki di Indonesia tahun 1932 (saat itu Eka berusia 9 tahun), ekonomi keluarganya sangat jauh dari kata layak.

Ayahnya terlibat utang pada rentenir dan tak mampu membayar bunga yang sangat tinggi.

Pemakaman Eka Tjipta

Eka bahkan hanya tamat SD dan tak bisa lanjut sekolah karena ekonomi keluarganya carut marut.

Namun bocah kecil itu tak menyerah dan bertekad untuk bisa membantu ayah dan ibunya.

Eka dan ayahnya mulai berjualan permen dan biskuit keliling Makassar.

Eka berjualan dari pintu ke pintu. Sembari menaiki sepeda, ia mengetuk pintu rumah calon pembeli tanpa kenal lelah.

Pada usia 15 tahun Eka sudah bisa meringankan beban utang keluarganya dari hasil jualan biskuit dan permen.

Ia pun rajin menabung sebagian keuntungannya untuk tambahan modal.

Tak puas dengan berjualan keliling, Eka membeli alat membuat kembang gula di rumah dan mulai memproduksi sendiri kembang gulanya.

Kini Eka Tjipta memiliki ratusan perusahaan di berbagai bidang bisnis.

Sinarmas Group menjelma menjadi perusahaan konglomerasi raksasa dari sektor properti, pertambangan, perbankan, agribisnis, kelistrikan, dan lainnya.

Sempat bangkrut

Pada masa penjajahan Jepang, Eka bekerja sama dengan CIAD (Corp Intendands Angkatan Darat/TNI) dengan menjual kopra pada mereka. 

Namun Jepang mengeluarkan kebijakan monopoli kopra dan bisnis Eka terhenti. Eka pun bangkrut.

Ia beralih ke usaha bahan-bahan keperluan makanan, bangunan, dan kebutuhan harian.

Tahun 1950 lagi-lagi usahanya terhenti karena dirampas saat peristiwa Permesta.

Saat usianya 37 tahun, Eka Tjipta pindah ke Surabaya dan mencoba bisnis kebun kopi dan kebun karet di daerah Jember.

Eka mendirikan CV. Sinar Mas dan mulai bisnis membuat bubur kertas dari sisa-sisa pengolahan karet.

Seiring perkembangan bisnisnya, Eka mendirikan PT. Tjiwi Kimia pada 1976 yang bergerak di bidang bahan kimia dan tahun 1980, Eka bisa membeli 10 ribu hektar kebun kelapa sawit di Riau.

Tahun 1982, Eka membeli Bank International Indonesia (BII) yang dan memulai bisnis properti nya dengan nama Sinar Mas Group.

Hingga kini Eka mungkin telah mengalami puluhan kali jatuh dan bangkit lagi.

Tapi hasilnya, saat ini Eka ada di posisi dua sebagai orang terkaya di Indonesia.

Sinar Mas Group saat ini punya deretan bisnis properti yang ada di berbagai penjuru Indonesia, bisnis kekuangan (finance) hingga pelebaran sayap bisnis ke sektor usaha lain seperti pengolahan kelapa sawit, usaha bidang komunikasi Smart dan beragam jenis usaha lainnya.

Eka punya prinsip hidup jujur, bertanggung jawab, baik pada keluarga, pekerjaan dan lingkungan.

Eka juga tak suka berfoya-foya dan selalu berusaha hidup hemat.

Dari perjuangan Eka Tjipta si pemilik Sinar Mas Group ini, kita bisa belajar bahwa sukses memang bukan suatu hal yang instan. (DON)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

SMSI Fasilitasi Pusdiklat Paramedis Penanganan Copid 19

Bantu perangi Covid 19, SMSI Siapkan Pusdiklat Untuk Penginapan Paramedis dan Tenaga Kesehatan MEMERANGI COVID 19, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat mendukung program Pemerintah Pusat dalam penanganan Covid 19. Hal ini disampaikan Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus saat menggelar rapat terbatas di Gedung Journalist Boarding School (JBS) Cilegon, Banten, Jumat (3/04/2020). Gedung JBS merupakan […]

Rentan Terpapar Corona, SMSI Bekasi Raya Ingatkan Pentingnya APD Bagi Jurnalis

BEKASI – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Perwakilan Kabupaten Bekasi, Doni Ardon mengingatkan pentingnya Alat Perlindungan Diri (APD) bagi wartawan yang tetap menjalankan tugasnya menyampaikan pemberitaan ke masyarakat di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. “Peran jurnalis yang meliput dan memberikan informasi kepada masyarakat terkait perkembangan virus Corona di tanah air sangatlah penting, terlebih para jurnalis […]