KPLHI Menilai DLH Kabupaten Bekasi Tidak Tanggap Pencemaran Udara

Bekasi, MITRA NEWS – Ketua Komite Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (KPLHI) Kabupaten Bekasi, Syarifudin, pertanyakan kinerja Dinas Lingkungan Hidup. Pasalnya, ada ketidaktransparan dalam menyikapi permasalahan pencemaran udara di PT Wan Bou Long Steel (WBLS) di Desa Waringin Jaya, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.

Ketua KPLHI Kabupaten Bekasi, Syarifudin

Syarifudin mengatakan, sebelumnya ia melaporkan terkait adanya pencemaran udara di wilayah tersebut. Namun ketika melakukan Investigasi Mendadak (Sidak) menindaklanjuti hasil investigasi KPLHI, penegak hukum tidak memperbolehkan pelapor datang pada waktu sidak itu.

“Penegak hukum tidak transparan dalam menyikapi permasalahan pencemaran udara dan terkesan menutupi identitas pelapor, masa kudu di azab Allah,” ucapnya.

Dirinya menerangkan, sebelum sidak dimulai ia sudah komunikasi dengan pihak DLH agar bisa mengetahui hasil dari investigasi Gakum. “Sebaiknya tidak perlu pak, cukup info aduan saja, tidak diperlukan kehadirannya di lokasi,” ujar pihak Dinas Lingkungan Hidup melalui pesan WhatsaApp ke MITRA News.

KPLHI, sambungnya, akan melanjuti laporan pencemaran udara tersebut ke menteri lingkungan hidup pusat. Ia meminta penegak hukum dapat transparan dalam menyikapi laporan aduan dari masyarakat.

“Saya berharap penegak hukum bisa trasparan dalam melakukan investigasi laporan, dan memberi tahu informasi terbuka terhadap pelapor maupun masyarakat,” pungkasnya.

(bisri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *