​Heri Samboja Napi Bom Kuningan Ajak Masyarakat Sukseskan Pemilu 2019 

Solo, MITRA NEWS – Heri Sigo Samboja alias Shogir alias Neril mantan Narapidana kasus terorisme kini sudah terbiasa hidup normal.

Tragedi Bom Kuningan

Setelah bebas dari Lapas Kedung Pane Semarang pada september 2015 atas keterlibatan dalam aksi Bom Kuningan tahun 2004 dan terlibat menyembunyikan Abdullah Sonata, Heri Sigo Samboja kini membuka usaha penjualan grip (red-gagang) air softgun.
“Semenjak keluar dari lapas, saya membuka usaha dengan menjadi penjualan grip senjata bersama adik saya untuk menghidupi ekonomi keluarga. Baik grip senjata api maupun airsoft gun dari kayu sonokeling dan jati buatan tangan,” kata dia ketika di temui media di sela kesibukannya, Sabtu (23/02/2019).
Menurut ia,usaha yang diberi nama “Grip Kayu” dijual melalui media sosial (medsos), untuk konsumen yang memesan sendiri berasal dari seluruh Indonesia. Ada dari kalangan TNI, Polri maupun masyarakat sipil” jelasnya.

Menyikapi pelaksanaan Pemilu 2019 yang sebentar lagi akan dilaksanakan, Heri Sigo Samboja tidak mengajak kerabat,keluarga maupun masyarakat untuk golput, namun jangan sampai salah memilih pemimpin yang notaben menentukan nasib bangsa dan negara.
“Dulu saya melarang keluarga dan kerabat untuk ikut Pemilu, namun sekarang saya mempersilahkan mereka untuk memilih, namun jangan sampai salah pilih Pimpinan (red-Presiden)”,tegasnya.
Ia juga menghimbau untuk tidak saling memcaci-maki walaupun beda pilihan, dikarenakan tidak sesuai dengan yang di ajaran Islam.
“Janganlah kita saling mencaci-maki gara-gara beda pilihan. Karena islam tidak mengajarkan saling mencaci-maki. Tindakan saling menghina, saling hujat, dan saling merendahkan bukan akhlak yang diajarkan oleh Islam” tuturnya.
Heri Sigo Samboja juga mengingatkan agar jangan terus menindas umat islam, karena apabila umat islam terus ditindak akan menimbulkan perlawanan dengan bersatunya seluruh kelompok umat islam.
“Jangan terus menindas umat islam, apabila terus ditindas maka akan meledak menimbulkan perlawanan dari bersatunya umat islam. Islam tidak akan mengganggu agama lain, namun apabila diganggu akan melawan membela agama,” tutupnya.
(Na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

Faisal Hafan Faridz : “Anggota Fraksi PKS Provinsi Jawa Barat Hibahkan Gaji Bantu Tanggulangi Penyebaran Virus Corona”

Bandung, MITRA NEWS – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Faisal Hafan Farid mengatakan bahwa dalam upaya menekan penyebaran dan penularan wabah Covid-19, seluruh anggota legislatif dari PKS di Jawa Barat mengalokasikan gajinya untuk membantu penyemprotan disinfektan. “Tidak hanya Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bekasi saja yang dipotong gajinya untuk menanggulangi wabah Corona ini, tetapi juga Jawa Barat dan Kabupaten serta […]

Selama Wabah Corona, Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bekasi Potong Gaji Guna Selamatkan Masyarakat

Bekasi, MITRA NEWS – Fraksi PKS Kabupaten Bekasi sepakat menyisihkan gajinya setiap bulan untuk mengatasi penularan wabah Covid-19 di Kabupaten Bekasi. Besarnya potongan gaji setiap anggota sebesar Rp.10jt/bulan. “Sehingga kontribusi minimal FPKS Kabupaten Bekasi sebesar Rp. 100jt/bulan dan potongan ini berlaku sampai wabah Corona berakhir,” terang Budiyanto kepada wartawan, Sabtu (28/03/2020) pagi. Adapun potongan gaji […]