MENGEMBALIKAN CITRA PERS YANG SEHAT DAN PROFESIONAL

SERUAN DEWAN PERS agar pemimpin redaksi atau penanggung jawab media massa, termasuk yang berbasis online atau siber, harus melewati Uji Kompetensi Wartawan (UKW) kategori utama disambut baik pengurus DPW Media Online Indonesia Provinsi Jawa Barat.

“Karya jurnalistik yang sehat dan profesional bisa didapatkan apabila pemimpin redaksi nya memiliki kompetensi di bidang jurnalistik, punya standar etika dan dibekali pemahaman yang memadai oleh perusahaan pers yang mempekerjakannya,” ujar Sekretaris DPW Media Online Indonesia (MOI) Provinsi Jawa Barat, Doni Ardon dalam keterangan yang diterima redaksi, baru-baru ini.

Diakuinya, kondisi pers tanah air pasca reformasi ini cukup memprihatinkan. Terlebih di era milenia, setiap orang dengan mudah mengangkat dirinya sendiri sebagai pemimpin redaksi, namun tanpa membekalinya dengan kemampuan jurnalistik yang mumpuni.

 

Kemudahan setiap orang mendirikan portal media online pun dipandang sebagai salah satu penyebabnya.

“Hal ini merupakan ancaman serius terhadap marwah Pers Indonesia dan harus segera dicarikan solusinya”.

“Dalam waktu dekat, kami akan menentukan langkah apa yang harus dilakukan terhadap produk jurnalistik asal jadi ini,” ungkapnya.

Tidak sebatas itu, pihaknya juga akan menggelar pelatihan jurnalistik dan pelatihan tata cara pemanfaatan teknologi media online terhadap seluruh anggota MOI di tanah Pasundan.

“Kami tidak ingin kesan Abal Abal nantinya melekat pada anggota MOI dan timbul kesan bahwa membuat media online mudah, sehingga siapapun merasa bisa mendirikan media massa berbasis online, lalu menempatkan dirinya sebagai pemimpin redaksi dan mengangkat wartawan asal jadi serta bertindak sesuka hati dengan berlindung di balik kebebasan pers,” tambah juara nasional karya tulis tahun 2012 itu.

Menurutnya, portal media online yang sehat, profesional dan bertanggung jawab apabila diterbitkan dengan badan hukum yang jelas dan terdaftar di Kominfo serta Dewan Pers.

“Semoga MOI Jawa Barat dapat mengembalikan citra Pers yang terpuruk dan menjadi solusi tepat terhadap keberadaan media asal jadi,” harapnya.

(Na)

Doni Ardon (tengah) didampingi penasehat DPW MOI Jawa Barat, Arie Chandra, S.H , MH (Ketum WRC), Shaibir Aslam M.A (Ketua HABI Indonesia, Provinsi Jawa Barat).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *