TRAGEDI DEWA : ONCE vs AHMAD DHANI

VOCALIS Grup Band Dewa 19 Once Mekel memiliki pandangan berbeda dengan rekan satu grup band nya Ahmad Dhani terkait Calon Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Pria bernama lengkap Elfonda Mekel ini lebih terkesan dengan gaya pembawaan Jokowi. “Kinerja pak Jokowi sudah terukur sejak ia menjadi Wali Kota Solo, Jawa Tengah, Gubernur DKI Jakarta dan Presiden Republik Indonesia berpasangan dengan Jusuf Kalla,” ucapnya.

Joko Widodo bersama cawapres Kyai Ma’ruf Amin lebih unggul untuk memimpin Indonesia, ketimbang capres Prabowo Subianto dan cawapres Sandiaga Uno.

“Buat saya, masing-masing kandidat mempunyai keunggulan, tapi kalau memilih yang terbaik buat saya Jokowi lebih baik,” ucap Once kepada wartawan usai melantunkan tembang ‘kampanye’ dengan bertajuk #barengjokowi.

Bersama 107 penyanyi dan musisi legendaris Slank,
Once yakin, jika terpilih yang kedua kalinya, Jokowi bisa membuat perubahan lebih besar.

“Jokowi melambangkan satu perubahan besar. Apa yang telah dia lakukan di periode sebelumnya membuktikan perubahan besar bagi bangsa Indonesia,” ucapnya.

Pria berdarah Manado, Sulawesi Utara itu mengakui bahwa akibat keputusannya tersebut menjadikan Ahmad Dhani kecewa.

“Saya keluar dari Dewa sejak pertengahan Januari 2011 dan memilih untuk membuat album sendiri, karena saya merasa sudah kurang ekspresif di Dewa,” ujarnya.

Diakuinya bahwa Ahmad Dhani merupakan sosok musisi bertangan dingin yang telah melahirkan banyak penyanyi atau grup vokal yang sukses di jagad musik tanah air.

Dua musisi legendaris Once berbeda pilihan

Tapi di sisi lain, Ahmad Dhani sering ditinggalkan oleh orang-orang yang telah dibesarkannya.

Tak hanya itu, Ahmad Dhani juga disebut-sebut menjadi biang keluarnya para personel Dewa 19.

“Spekulasi dan analisis bermunculan dari kawan media, ada yang menyebutkan jika porsi Ahmad Dhani dalam band terlalu besar sehingga membuat personel lain tak nyaman. Sedangkan sebagai bos manajemen, dia konon terlalu keras terhadap anak-anak didiknya,” ungkap Once.

Menanggapi aktivitas Ahmad Dhani yang kini lebih sering terlihat di dunia politik, Once sangat menyayangkannya.

“Sayang sekali jika musisi sebesar Ahmad Dhani harus keluar dari dunia musik yang telah membesarkan namanya,” ungkapnya. Meski demikian Once tetap menghargai pilihan Dhani.

“Ya itu pilihannya. Gini teorinya, otak manusia kan selalu lapar dengan hal yang baru, wajar ya orang mau sesuatu hal yang baru, yang ingin ditempuhnya itu seperti memberi makan otak kita. Dan memang ketika kita membuat hal yang baru kita akan tambah pandai. Ya saya mencoba mengerti aja, tapi ya sangat disayangjan ketika kita meninggalkan bidang yang memang kita besar dari situ,” bebernya.

Sementara itu, berbeda pandangan Ahmad Dhani terhadap Presiden Joko Widodo. Musisi sekaligus politisi Partai Gerindra itu menyebutkan tiga alasan bagi dirinya enggan memilih Joko Widodo alias Jokowi sebagai Presiden RI untuk dua periode.

Fahri Hamzah, Ahmad Dhani (tengah) dan Fadli Zon

Pertama, pentolan grup Dewa 19 itu menganggap pertumbuhan ekonomi pada masa pemerintahan Jokowi tak mampu mencapai target dan stagnan pada angka sekitar lima persen.

Selain itu, Dhani menyayangkan tahun ini angka kemiskinan di Indonesia hanya berkurang 1,1 persen, dari 10,96 persen pada 2014 menjadi 9,86 persen pada Maret 2018.

Terakhir, kader Partai Gerindra ini menilai saat ini banyak masyarakat yang terpecah belah.

“Saya pengen presiden yang baru supaya umat tidak terbelah. Gara-gara presiden ini, umat terbelah,” katanya seraya memastikan jika Jokowi pasti akan kalah dalam Pilpres 2019.

Dia pun menilai kasus ujaran kebencian yang membuat dirinya divonis penjara 1,5 tahun telah membuat duka bagi keluarga serta orang-orang terdekatnya.

Hingga saat ini, suami Mulan Jameela itu tidak menerima vonis PN Jaksel. “Tidak masalah bagi saya, jadi biarkan saja proses hukum ini berjalan tanpa mesti ditunggangi isu politik,” kata dia.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *