BPN – TKN Saling Tudin Surat Suara Pemilu 2019 Tercoblos di Malaysia

Jakarta, MITRA NEWS – Media sosial heboh dengan beredarnya video penggerebekan sebuah lokasi di Bandar Baru Bangi, Selangor, Malaysia, yang menyimpan surat suara yang telah tercoblos. Dalam video berdurasi 5:04 menit itu tampak beberapa orang tengah memegang kertas suara menunjukkan kertas suara bergambar pasangan calon presiden-wakil presiden yang telah tercoblos. Dalam video tersebut juga tampak surat suara untuk pemilihan legislatif 2019.Setelah viral video tersebut, beredar pula kabar bahwa Ketua Pengawas Pemilu Kuala Lumpur Yaza Azzahara adalah pendukung pasangan calon 02. Selain itu, beredar pula tiga foto yang bertuliskan bahwa peristiwa tersebut hasil rekayasa 02.”Surat suara itu resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), kenapa bisa keluar? Itu yang harus dicek,” ucap Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade.Kubu Prabowo, kata dia, tak mau dikaitkan dengan kasus surat suara tercoblos di Malaysia. Untuk itu, BPN menurunkan tim satuan tugas (satgas) untuk mengawal temuan di Malaysia.Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) masih mengumpulkan bukti mengenai surat suara tercoblos di Malaysia.”Surat suara tercoblos di Malaysia itu pertama kali ditemukan oleh seorang kader Partai Demokrat bernama Brem,” ungkap Ketua Bawaslu Abhan di Gedung KPK, kemarin.Pengakuan Brem ini direkam video dan diunggah oleh mantan Kasum TNI Letjen (Purn) JS Prabowo dalam akun Twitter miliknya @marierteman.Sementara itu, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN)Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, mengatakan TKN sudah mendelegasikan anggotanya untuk mengecek kabar adanya surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia. Selain TKN, Hasto juga mengirimkan anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk mengawal.“Kami tugaskan Pak Zuhaimi Mirwasi. Dan dari kami sendiri (PDIP) masing-masing seperti Pak Eriko Sotarduga, Pak Masinton Pasaribu kan punya tim sendiri,” kaya Hasto di Media Center Jokowi – Ma’ruf, Kamis, 11 April 2019.Hasto mengatakan Malaysia merupakan daerah yang sudah lama mereka antisipasi, salah satunya dengan mengirim tim-tim khusus. “Sejak awal kami sudah antisipasi dari berbagai upaya-upaya untuk mendelegitimasi penyelenggara dengan berbagai hal seperti itu,” ujarnya.Hasto akan mengungkap isu ini dengan hati-hati, karena belakangan banyaknya hoaks yang tersebar.Selain ke Malaysia, TKN juga mengirim tim ke Negara lain, seperti Hongkong, Taiwan, dan Arab Saudi. Tim ini bertugas menyisir, apakah ada kasus-kasus serupa.Ketua DPP Bidang Media dan Informasi Publik Partai Nasdem, Willy Aditya menyebut, ada sejumlah keganjilan dalam temuan surat suara yang tercoblos itu.”Ada keganjilan dalam video tersebut, yaitu amplop yang ada belum terkirim tetapi sudah dicoblos. Logikanya, jika amplop sampai ke tangan penerima, tentu akan muncul persoalan,” kata Willy.Keganjilan lain yaitu tentang jumlah surat suara yang ditemukan di lokasi. Menurut Willy, surat suara sebanyak itu harusnya dalam pengawasan PPLN, Panwas Luar Negeri, dan pihak keamanan Kedubes.

“Kenapa bisa keluar dalam jumlah cukup besar ke sebuah ruko kosong ke wilayah yuridiksi di luar kedutaan Indonesia. Keganjilan berikutnya adalah ruko kosong itu ditemukan seseorang, lalu diviralkan,” tutur Willy.

Willy pun menduga bahwa kejadian di Malaysia ini sarat dengan kepentingan politik untuk mendelegitimasi pemilu dan penyelenggara pemilu.

“Kami menduga ada pihak-pihak yang takut kalah dengan menyebut bahwa pemilu curang dan sebagainya. Fakta ini beriringan dengan fakta di berbagai survei menjelang 17 April, kubu Prabowo-Sandi telah kalah oleh Jokowi-Ma’ruf Amin.

Menanggapi surat suara tercoblos di Malaysia, calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo meminta Badan Pengawas Pemilu dan Polri mengusut tuntas dan bertindak tegas soal temuan adanya surat suara yang sudah tercoblos di Malaysia.
“Seperti yang saya sampaikan, dicek saja. Dilakukan investigasi, baik oleh Bawaslu, baik oleh kepolisian, kalau ada yang dilanggar, Bawaslu bisa menindak, kalau ada pidananya, Polri harus tegas, polisi harus tegas lakukan tindakan hukum,” kata Jokowi usai kampanye di Sentul, Bogor, Jumat (12/4/2019).

Berdasarkan data rekapitulasi daftar pemilih tetap pemilu luar negeri Pemilu 2019, pemilih di Kuala Lumpur berjumlah 588.873 orang yang terdiri atas 301.460 laki-laki dan 257.413 perempuan.

Dari total pemilih tersebut, sebanyak 127.044 pemilih menggunakan metode memilih langsung di TPS, 112.536 pemilih menggunakan kotak suara keliling (KSK), dan 319.293 pemilih menggunakan metode pos.

(Ade akew)

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *