Belasan Lembaga Quick Count Akan Laporkan Pencemaran Nama Baik Tim BPN Prabowo-Sandi dan Tantang Buka-Bukaan Data, Hari Ini

Jakarta, MITRA NEWS – Kerap Dituding tidak valid dalam metode hitung cepat (quick count) perolehan suara Pemilu 2019, sebanyak 12 Lembaga Quick Count menantang Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno buka bukaan data, hari ini, Sabtu (19/4/2019).

“Hari ini sekitar 12 lembaga pollster akan buka-bukaan data dan bisa dilihat di situ bagaimana kami membuka data, biar wartawan dan masyarakat tahu,” ucap Hasan Nasbi, CEO Cyrus Network. Hasan mengatakan lembaganya akan ikut serta dalam buka-bukaan data besok.

Buka-bukaan ini, tambah Hasan, dilakukan sebagai respons terhadap pernyataan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang tidak percaya atas hasil quick count Pilpres 2019.

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan keterangan pers hasil hitungan riil internalnya di kediaman Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

Prabowo menuding jika lembaga hitung cepat yang menunjukkan keunggulan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebagai data yang abal-abal dan tidak dapat dipercaya.

Mengenai mosi tidak percaya Prabowo itu, Hasan menantang pihak-pihak yang meragukan proses hitung cepat lembaga survei untuk ikut juga membuka data yang mereka gunakan.

“Kami mau tantang mereka juga untuk buka data. Kalau mereka enggak berani, berarti mereka yang bohong dong,” kata Hasan.

Lewat akun Twitternya, Hasan juga merespons data real count yang diklaim Prabowo memperoleh 62 persen suara dan Jokowi 38 persen.

“Tahu dari mana mereka memperoleh angka 62 persen itu? Itu cuma kumpulan foto plano C1 dari group WA mereka sendiri dan tanpa metodologi yang valid. Jumlahnya pun enggak sampe 300 foto plano dan itu angkanya ngarang. Terus kubu Prabowo mengklaimnya sebagai data yang diperoleh dari 300 ribu TPS. Pelakunya sama kayak tahun 2014,” kicau Hasan.

Meski begitu, Hasan menduga tudingan yang dialamatkan ke sejumlah lembaga survei, hanyalah tuduhan tak mendasar dan tidak bertanggungjawab. Menurut dia, dengan tuduhan itu, mereka para lembaga survei, bisa melaporkan balik pihak-pihak yang telah menuding tersebut ke polisi atas pencemaran nama baik.

UPDATE Hasil Real Count KPU Pilpres 2019 Hari Ini, Sabtu (20/4) Pukul 01.15, dari 35 Wilayah Pemilih

“Mereka cari panggung saja. Mereka memang pakai data dan fakta apa untuk melaporkan hal ini? Kan enggak bisa karena sakit hati terus main ajukan laporan seenaknya. Harus ada fakta dan buktinya dong. Mereka bisa dilaporkan balik jika tidak punya fakta atau bukti untuk melapor,” kata Hasan.

Hal senada disampaikan sekretaris Jenderal Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) yang juga Direktur Charta Politika, Yunarto Wijaya. Pihaknya menyatakan akan turut buka-bukaan besok.

Selain itu, ada juga Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Indikator, dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Kemudian Indo Barometer, Poltracking, Konsepindo, Voxpol, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).

Selain itu, Kompas juga dikabarkan akan turut serta dalam acara buka-bukaan data metode hasil perhitungan cepat, hari ini.

Sebelumnya capres nomor 02 Prabowo Subianto mengecam hasil quick count sejumlah lembaga yang memenangkan Jokowi-Ma’ruf sebagai lembaga abal-abal dan tidak bisa dipercaya.

Prabowo bahkan mengklaim hasil real count pihaknya memperoleh suara hingga 62 persen, sementara Jokowi-Ma’ruf hanya 38 persen. Dengan dasar itu pula, sejak Rabu (17/4/2019) hingga Kamis (19/4/2019) siang, Prabowo telah tiga kali mendeklarasikan kemenangannya dan dua kali sujud syukur.

Namun apa yang diklaim Prabowo, justru berbeda dengan hasil quick count sejumlah lembaga survei macam Litbang Kompas, Indo Barometer, LSI Denny JA, Median, Kedai Kopi dan CSIS.

(Red)

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *