Bolehkah Pengurus BUMDESa Rangkap Jabatan?

Diulas kembali oleh Doni Ardon *)

KENAPA masalah rangkap jabatan pengurus BUMDESa menjadi topik hangat ? Karena salahsatu hambatan besar BUMDESa mengembang adalah minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di desa. Saking minimnya seringkali SDM yang dianggap unggul harus rela merangkap jabatan atau beberapa tugas sekaligus. Bagaimana dengan pengurus BUMDESa. Masalahnya, bolehkah pengurus BUMDESa rangkap jabatan ?Sebenarnya tidak ada aturan yang menjelaskan boleh atau tidaknya pengurus BUMDESa merangkap jabatan atau pekerjaan lain. Dalam UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan daerah tertinggal dan Transmigrasi No. 4 tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa juga tidak disebutkan mengenai larangan pengurus BUMDESa merangkap jabatan dengan posisi lain dalam struktur pemerintahan.Sebaliknya, pada persyaratan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) hanya disebutkan anggota BPD tidak boleh dijabat oleh kepala desa. Anggota BPD juga tidak boleh dijabat oleh orang yang mengerjakan proyek desa. Nah, dalam kontek ini BUMDESa adalah lembaga pelaksana proyek atau program desa, maka pengurus BPD memang tidak boleh dilakukan pengurus BUMDESa.Mengenai syarat menjadi pengurus BUMDESa sendiri, hanya ada beberapa syarat yang lebih bersifat umum yakni :

  • Masyarakat desa yang berjiwa wirausaha
  • Berdomisili dan dan menetap di desa sekurang-kurangnya dua tahun
  • Berkepribadian baik, jujur, adil, cakap dan perhatian terhadap usaha ekonomi desa
  • Pendidikan minimal setingkat SMU/Madrasah Aliyah/SMK atau sederajat

Meski terkesan simple dan hanya memuat persyaratan umum tetapi pada praktiknya tidak mudah mendapatkan SDM dengan kualifikasi unggul dalam hal mengurus usaha di desa. Bukan hanya karena minimnya wirausahawan di desa melainkan karena BUMDESa sangat berkait dengan berbagai kewajiban organisasi dan administrasi karena merupakan bagian dari pemerintahan desa.

Salah satu upaya peningkatan SDM pengurus BUMDESa, Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat Kementrian Desa dan PDT menggelar Pelatihan BUMDESa

Di lain sisi, sebagian besar desa belum memiliki cukup pengalaman mengelola BUMDESa sehingga banyak warga desa yang ragu apakah BUMDESa bisa menjadi sandaran hidup secara ekonomis. Karenanya, banyak desa menempatkan orang yang telah memiliki pekerjaan utama sebagai pengurus BUMDESa karena BUMDESa belum bisa menjamin income yang memadai bagi para pegiatnya. Dengan begitu BUMDESa perangkat desa tidak akan terlalu kawatir mengenai bagaimana harus memberi gaji para pegiat BUMDESa.Keterbatasan SDM yang bersedia membangun BUMDESa juga terbatas karena anak-anak muda dengan pendidikan tinggi juga belum memiliki ketertarikan tinggi pada BUMDESa karena BUMDESa belum dianggap menjanjikan secara income. Di lain sisi perangkat desa juga harus menciptakan sistem rekruitmen yang memadai untuk mendapatkan SDM pengelola BUMDESa. Soalnya, kalau sampai ada kesalahan pada manajemen akibat human error atau missmanajemen, perangkat desa juga bakal kena.Itulah dilema yang dihadapi desa sehingga salahsatu alternatef paling realistis menurut mereka adalah, memasang pengurus dan pelaksana teknis BUMDes dengan orang-orang yang memiliki kegiatan lainnya. Bagaimana dengan BUMDESa anda? (aryadji/berdesa)*) Sekretaris BUMDESa Hegarmukti Lestari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *