Ikatan Keluarga Besar Tanah Abang : People Power Rawan Disusupi Perusuh

Jakarta, MITRA NEWS – Ketua Bidang Organisasi dan Sumber Daya Manusia Ikatan Keluarga Besar Tanah Abang (IKBT), Heris Soemantri menyatakan organisasi IKBT tidak mengambil sikap apapun terkait pemilu serentak, baik Pilpres maupun Pileg. Terlebih melakukan aksi people power sebagaiana diusulkan oleh elit politik Partai Amanat Nasional (PAN), Amin Rais yang berada di dalam tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres/cawapres Prabowo-Sandi.

Ketua Bidang Organisasi dan Sumber Daya Manusia Ikatan Keluarga Besar Tanah Abang (IKBT), Heris Soemantri

Menurutnya, ajakan “People power” yang marak menyeruak di laman media sosial belakangan ini dipandang sebagai dinamika politik yang wajar. Hanya saja “People Power” tersebut perlu diluruskan maknanya terlebih dahulu, apakah bertujuan untuk menumbangkan pemerintah atau sekedar gerakan untuk menyampaikan aspirasi.

“Jika People Power dikategorikan sebagai sebuah gerakan massa untuk menumbangkan/mengganti pemerintahan yang sah jelas itu merupakan sikap inkonstitusional dan kami tidak sepakat,” tegas Heris di sekretariat IKBT jalan Kebon Sayur, Tanah Abang-Jakarta Pusat (Rabu, 15/05/2019).

Tapi kalau “people Power” yang selama ini dikatakan hanya sebatas wacana gerakan-gerakan untuk mengekspresikan pendapat, maka sepanjang gerakan itu masih dalam koridor yang bisa dipertanggung jawabkan secara hukum, yakni sebuah gerakan demonstrasi untuk menyalurkan pendapat dengan izin keramaian, maka dianggap debagai kewajaran.

Namun perlu juga diwaspadai adanya penyusupan gerakan unsur lain yang mempunyai kepentingan untuk terjadinya “chaos” (bentrokan) di masyarakat. Dalam arti memprovokasi benturan horisontal di masyarakat.

Dalam konteks ini, IKBT siap mengambil sikap untuk menetralisir dan mengantisipasi terjadinya konflik horisontal tersebut. Hal ini sesuai dengan niat IKBT yang konsen terhadap penciptaan situasi sosial yang kondusif dan harmonis.

“Jadi kami beranggapan bahwa people Power itu sebenarnya tidak ada, yang ada hanyalah ekspresi masyarakat terhadap hasil pemilu,” ungkap lulusan lulusan Universitas Darul Ulum, Jombang-Jawa Timur.

Oleh karenanya, lanjut Heris, hal yang perlu segera dilakukan adalah menciptakan keharmonisan masyarakat baik di tingkat keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Upaya ini diyakini bisa mengurangi intensitas ke arah konflik fisik karena bersifat hanya mengurangi dan selebihnya merupakan tugas TNI dan POLRI untuk memisahkan inti perusuh dari massa.

Pasar Tanah Abang

Heris juga tidak memungkiri bahwa telah terjadi polarisasi di masyarakat sebagai dampak Pemilu serentak. Termasuk adanya gerakan kelompok yang cenderung radikal. Mereka tidak mau kehilangan momen, dimana saat ini dengan menunggangi isu pilpres, sesungguhnya mereka sedang mendapatkan dukungan dari berbagai kelompok di luar gerakannya.

Jika momen pilpres ini lewat begitu saja, maka sulit bagi mereka (kelompok gerakan radikal) untuk menemukan kembali isu-isu yang bisa membakar emosi rakyat.

Karena itu pula Heris menghimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kualitas ibadah puasa Ramadhannya (tidak ikut berdemonstrasi). Sebab, people power dinilai lebih banyak mudhorotnya dan di sisi lain khawatir akan membatalkan kewajiban berpuasa.

Belum lagi jika ada kelompok penyusup yang menginginkan terjadinya konflik di masyarakat. Karena itulah TNI/Polri harus selalu berada di garda terdepan dalam mengantisipasinya.

“Kami mempercayakan sepenuhnya kepada aparat TNI-POLRI untuk memgambil langkah strategis demi terciptanya situasi yang aman,” tutup Heris seraya menambahkan bahwa IKBT merupakan ormas yang berdiri di tengah-tengah warga Tanah Abang yang di dalamnya terdapat bermacam-macam suku di tanah air. Didirikan oleh Haji Ucu pada tahun 1996, IKBT, selain fokus pada upaya pelestarian kebudayaan lokal, juga berusaha memajukan kualitas SDM warga Tanah Abang, khususnya di bidang hukum dan wawasan kebangsaan.
(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *