Limbah yang Mencemari Sungai Ciherang Harus Ditangani

Bekasi, MITRA NEWS – Warganet facebook sedang ramai membahas pencemaran sungai Ciherang yang terkontaminasi limbah. Sungai yang mengairi sawah penduduk di 5 wilayah Kecamatan se Kabupaten Bekasi itu (Sukakarya, Pebayuran, Kedungwaringin, Cikarang Timur, Tambun Selatan) kondisinya berubah warna menjadi hitam pekat dan memberikan bau yang menyengat.

Ironisnya, aliran sungai itu menjadi salah satu sumber kehidupan warga sehari-hari untuk mencuci, mandi dan lain sebagainya.

Awal ramai warganet facebook membahas pencemaran sungai Ciherang bermula saat pemilik akun facebook Ken Arca Alekander menulis status pada tanggal 25 Mei 2019. Dalam statusnya, Ken Arca menulis, “Asal udah mulain masuk turun nyawah irigasi mulai dibanjiri air untuk Pertanian dan disitulah si Monyet mulai ngebuang limbahnya, air pekat hitam dan bau yang menyengat, kami tidak tahu unsur kimia apa yang terkandung di dalamnya.

Status tersebut mendapat komentar dari pemilik akun facebook Sakerah Elang Utara yang menanyakan sumber pencemaran Kali Ciherang tersebut. “Kali mana itu, mesti di telusuri,” komentarnya.

Kemudian dijawab lagi oleh Ken Arca Alexander. “Kali mana lagi Bang, kalo bukan kali yang aernya masuk dari hulu lemah Abang, ini irigasi tanggul yang masuk langsung ke area pertanian”.

Selanjutnya, komentar miring berdatangan dari sejumlah warganet facebook, mulai dari pencemaran yang terjadi akibat pembuangan limbah pabrik hingga mata pencaharian petani yang menurun lantaran ribuan hektar sawah dialiri sungai dengan kondisi air yang sudah tercemar dan menyebabkan gagal panen.

Pemilik akun facebook, Agus Rusyana menyumpahi para pelaku yang seenaknya buang limbah ke Sungai Ciherang. “Omelin aja san, kaga punya keketeg tuh orang buang limbah seenaknya dewek”.

Begitupun pemilik akun facebook Agil Agil Syahrial mencibir kondisi tercemarnya Sungai Ciherang tepat di depan rumah Bupati Bekasi. “Lah Deket Rumah Bupati tuh,” komentarnya.

Hasil investigasi MITRA News menyebutkan, kondisi tercemarnya aliran sungai Ciherang sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Namun, seiring berkembangnya kawasan industri di wilayah Kabupaten Bekasi pencemarannya semakin parah.

Selain Sungai Ciherang, ada sebanyak 9 sungai lainnya di Kabupaten Bekasi yang terindikasi tercemar limbah domestik. 9 sungai tersebut adalah Sungai Citarum, Sungai Cibeet, Sungai Cipamingkis, Sungai Cikedokan, Sungai Ciherang, Sungai Cikarang, Sungai Bekasi, Sungai Balacan, Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL) dan Sungai Belencong.

Sungai Ciherang yang tercemari limbah domestik, kerap memberikan dampak banjir ke pemukiman warga. (Foto : ISTIMEWA)

Semua sungai ini, bermuara ke Bekasi bagian utara yang banyak terdapat lahan pertanian milik masyarakat.

Warga Kabupaten Bekasi yang merasa dirugikan dengan kondisi air Sungai Ciherang mengaku diam bukan lantaran takut, tapi menunggu sikap Pemerintah Kabupaten Bekasi atas kondisi tersebut.

“Kami diam bukan karena takut, tapi ingin tahu sikap Pemerintah seperti apa,” ungkap tokoh masyarakat Desa Sukamakmur, Kabupaten Bekasi, Jamar Saputra.

Hal senada diungkapkan Nawi, warga Sukamakmur lainnya. Dia menilai kondisi ini bila dibiarkan akan membawa dampak negatif bagi warga di wilayah Desa Sukamakmur dan sekitarnya.

“Karena yang mengalami dampak buruknya bukan wilayah kita saja. Warga di wilayah Kecamatan Karangbahagia, Cabangbungin dan Muaraggembong juga mengalami nasib yang sama,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada aparat pemerintah yang memberikan komentar atas tercemarnya Sungai Ciherang.

(MAD)

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *