Satu Persatu, Penyebar Hoax dan Ujaran Kebencian Ditangkap Aparat

Aparat kepolisian serius menjaga situasi NKRI yang aman dari berita-berita hoax dan upaya makar yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Upaya persuasif dilakukan secara menyebar ke seluruh wilayah tanah air melalui peran Kapolda, Kapolres, Kapolsek dan Bhabinkamtibmas yang mengajak elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi hoax, fitnah, makar dan ujaran kebencian.

Polri berharap masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi-informasi yang tidak jelas kebenarannya tersebut.

Secara preventif, Polri telah melakukan penangkapan terhadap pelaku yang menyebarkan hoax, makar dan provokatif di media sosial, baik whatsap, facebook, youtube, twitter dan sejenisnya.

Akumulasi sepanjang 2018, pelaku hoax dan ujaran kebencian alias hate speech yang diamankan Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri sebanyak 18 tersangka. Isu hoax yang disebarkan, seperti penculikan ulama, guru ngaji, hingga muazin.

Ada juga kasus ujaran penghinaan tokoh agama, penghinaan terhadap penguasa atau badan hukum, juga kasus sentimen suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA).

Penangkapan terhadap tersangka dilakukan aparat kepolisian atas adanya laporan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) mengenai klarifikasi dan konten yang terindikasi hoax.
Berikut daftar konten hoax yang diidentifikasi Kominfo sepanjang Agustus-Desember 2018 (ditampilkan sesuai dengan tulisan dari Kominfo):

Laporan Isu Hoaks Bulan Agustus 2018:

  1. Dian Sastro dengan tagar ganti presiden
  2. Voting Online KPU
  3. Cina minta Jokowi jual Pulau Jawa dan Sumatra
  4. Banser resmi dukung Prabowo Sandi
  5. Survei kemenangan Prabowo
  6. Putusan gugatan MK pada Pilkada Kab. Sampang
  7. Pernyataan Sandiaga tidak yakin Indonesia raih juara di Asian Games 2018
  8. Dukungan KH Said Aqil terhadap paslon Prabowo Sandiaga
  9. Badai pasir terjadi karena spanduk #2019gantipresiden
  10. Statement Sri Mulyani tantang pembenci Jokowi
  11. Megawati setuju PKI bangkit

Laporan Isu Hoaks Bulan September 2018:

  1. Pelaku bom bunuh diri di Surabaya masih hidup dan dukung 2019 ganti presiden
  2. Mahasiswa Baru UMM Bentuk Formasi “2019 Ganti Presiden”
  3. Prabowo mempunyai utang sebesar Rp 17 triliun
  4. TNI foto membentuk angka 2
  5. PDIP Menerima Kunjungan PKI China
  6. Jadi inilah sumber perpecahan di dalam gera’an tiganti
  7. Akhirnya Najwa Shihab Dukung Prabowo-Sandi
  8. Penambahan angka ‘0’ dalam nomor urut pasangan capres-cawapres dituding akan berpengaruh terhadap hasil penghitungan suara

Laporan Isu Hoaks Bulan Oktober 2018:

  1. Dukungan GARBI kepada Jokowi
  2. Ratna Sarumpaet Diancam Pemerintah
  3. Presiden Pesta untuk menyambut para delegasi IMF di atas penderitaan korban bencana Palu
  4. Rekening Gendut Jokowi di luar negeri yang tidak dilaporkan
  5. Tulisan tagar 2019 Ganti Presiden di Kaos yang di bawa oleh Khabib Nurmagomedov
  6. Pemerintah akan segera mengesahkan UU LGBT
  7. Berita gambar `Pegawai Kemenag Jember yang mengatakan bahwa PA 212 Muak dengan Prabowo
  8. KH Ma’ruf Amin Mencium Pipi Wanita Bukan Muhrim
  9. Surat pemanggilan KPK terhadap Kapolri Tito Karnavian
  10. Kemendagri selundupkan 31 data pemilih baru
  11. Timses Prabowo Sandi akan adakan CFD membiru pada 28 Oktober 2018
  12. E-mail skenario Coklat

Laporan Isu Hoaks Bulan November 2018:

  1. Broadcasting SMS/pesan WA Jokowi membagikan pulsa gratis
  2. Kejamnya Rezim ini ( pernyataan Presiden Jokowi terhadap 5 Guru Honorer yang meninggal dunia di Istana saat demonstrasi )
  3. PDIP minta seluruh pesantren ditutup
  4. Cukong Cina Pendukung Jokowi
  5. Hoaks Anak DN Aidit Melaporkan Pak Prabowo
  6. Khofifah Indar Parawansa Masuk Timses Prabowo – Sandi
  7. Foto seksi Grace Natalie
  8. Fatwa Haram Memilih PSI untuk Warga Muhammadiyah
  9. Foto Anggota Polri Siap Dukung Salah Satu Pasangan Capres-Cawapres
  10. Kelompok Mahasiswa Cipayung Plus Terima Uang dari BIN untuk Tidak Mengkritisi dan Dukung Jokowi -Ma’ruf Amin
  11. Jokowi dan Megawati Potong Tumpeng di atas Lambang PKI
  12. Jika Menang, Jokowi Akan Ganti KH Ma’ruf Amin dengan Ahok
  13. Atas Keinginan Jokowi, China Segera Kirim 3 juta Warganya ke Indonesia

Laporan Isu Hoaks Bulan Desember 2018:

  1. Foto Prabowo di dinding pemimpin luar negeri
  2. Puan Maharani buka posko logistik di reuni 212
  3. “Nusron Wahid: “Kalau Peserta Aksi 212 Lebih dari Seribu Orang Ludahi Muka Saya”
  4. Karni Ilyas Dipanggil Jokowi Karena TV One Siaran Langsung Reuni Akbar 212
  5. Surat Presiden Jokowi Meminta Dukungan kepada BUMN untuk Pemenangan Pilpres 2019
  6. Ma’ruf Amin sakit parah karena terjatuh
  7. “JK selingkuh dukung no 2 menyelamatkan diri dari Partai PKI”
  8. Bupati Cianjur Mengarahkan RT RW Dukung Jokowi
  9. Ancaman Pembunuhan pada Anggota KPU Jika Tak Menangkan Jokowi di Pilpres 2019
  10. Puan “Jika Negara Ingin Maju dan berkembang, Pendidikan Agama Islam harus dihapus”
  11. Haleluya…. mari kita bersholawat kepada Nabi… (Dasar kamprettt..!!!)
  12. Museum NU di Surabaya Menjadi Rumah Pemenangan Prabowo-Sandi
  13. Hoaks Simulasi Orang Gila Dibawa ke TPU
  14. Hoaks PDIP bikin rusuh di yogyakarta
  15. Jokowi bagi-bagi uang di Ngawi pada Desember 2018
  16. Pendatang Cina diberi arahan KPU untuk mencoblos di TPS

Hoax sepanjang 2019

Mengawali 2019, Kemeninfo menyebut ada 175 hoax yang beredar pada Januari.

Penyebaran hoax meningkat selama Februari 2019 hingga mencapai 300-an.

Selanjutnya sepanjang Maret 2019, terdapat lebih dari 453 hoax atau kabar bohong yang ditemukan Kominfo di media sosial.

Dari angka tersebut, ada 130 hoax terkait isu politik.

Hoax politik antara lain berupa kabar bohong yang menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden, partai politik peserta pemilu maupun penyelenggara pemilu.

Penyebaran hoax semakin gencar memasuki April 2019. Kominfo mengidentifikasi sebanyak 486 hoax dengan catatan sebanyak 209 hoax berasal dari kategori politik.

Hoax politik yang dimaksud antara lain berupa kabar bohong yang menyerang capres-cawapres, parpol peserta pemilu, dan KPU serta Bawaslu.

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu dalam keterangan pers menyebutkan pihaknya merilis informasi mengenai klarifikasi dan konten yang terindikasi hoax melalui portal kominfo.go.id dan stophoax.id.

Berdasarkan data-data yang diperoleh, sepanjang Agustus 2018 – April 2019 tercatat 1.731 hoax yang menyebar melalui media sosial.

“Jelang gelaran pencoblosan Pemilu 2019, hoax meningkat tajam dan tidak berhenti di tanggal pencoblosan. Jumlah hoax masih terus bertambah setelah 17 April 2019,” ujarnya.

Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Muhammad Iqbal mengatakan pihaknya tidak akan mentolerir pelaku hoax.

Polri memastikan akan menindak pelaku penyebar hoax seusai Pemilu 2019 melalui media sosial hoax dan melakukan proses hukum terhadap pelaku-pelaku tersebut,” kata Iqbal.
Polri, lanjutnya, telah melakukan penyelidikan terkait penyebar hoax setelah pemilu. “Siapapun pelakunya akan kami tindak agar tidak ada kegaduhan di dunia maya, yang bisa berimplikasi ke dunia nyata,” kata dia.

(***)

Artikel yang Direkomendasikan