08/05/2021

TERJADI DI KABUPATEN BEKASI, KEGIATAN PENGASPALAN DILAKUKAN DI JALAN YANG MASIH MULUS

Bekasi, MITRA NEWS – Kondisi memprihatinkan kembali tampak dalam pengerjaan proyek pemeliharaan dan pengaspalan jalan di beberapa titik wilayah UPTD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang /PUPR Kabupaten Bekasi. Beberapa proyek terkesan ngasal dikerjakan oleh rekanan Dinas yang kepala dinasnya, Jamaludin tersandung kasus suap oleh KPK.

Kesan ngasal itu terlihat dalam pantauan MITRA NEWS pada kegiatan pengaspalan di jalan Raya Pulosiri Teluk Haur, Selasa (28-05-2019). Hal itu terbukti dengan tidak adanya pengawasan dari dinas terkait di lokasi kegiatan. Yang nampak dalam kegiatan tersebut hanya nampak para pekerja yang sedang menggelar aspal dan dua orang pengatur lalu lintas serta seorang pelaksana dengan muka tertutup menggunakan helm.

Yang janggal, kegiatan pengerjaan jalan tersebut dilakukan di area jalan yang masih bagus.

Salah seorang kepala tukang yang enggan menyebutkan namanya ketika ditanyakan MITRA NEWS tentang keberadaan pengawas, mengaku pengawas dari Dunas kadang ada dan kadang pergi.

“Kalau tadi sih ada pengawasnya Bang, saya juga lupa tuh namanya siapa ya, tapi dia datang sebentar lalu pergi lagi ga tahu kemana,” ucapnya.

Disinggung mengenai ketebalan jalan pada pelaksanaan kegiatan pengaspalan yang hanya dikerjakan lebih kurang 2 cm dan titik pelaksanaan kegiatan pengasalannya berada di titik lokasi kegiatan yang masih mulus dan bagus, kepala tukang itu berdalih jika dirinya hanya sebatas mengerjakan saja.

“Kita kan hanya mengerjakan sesuai perintah kontraktor, dari kontraktor kan untuk kegiatan yang kita kerjakan panjangnya lebih kurang 200 meter, kalau mengenai ketebalan ya mestinya 4 centimeter,” katanya mengakui.

Lebih lanjut kepala tukang pun mengatakan bahwa untuk kegiatan pengaspalan tahun ini semuanya yang dikerjakan memang medannya masih bagus.

“Cuma kalau sekarang full kita kerjakan, enggak seperti dulu dapat kerjaan 200 meter bisa sampe beberapa hari karena pengaspalannya ngga di satu titik dan kita mesti cari yang rusak baru kita aspal. Kalau untuk yang sekarang cukup satu titik saja dan masih bagus lagi medannya,” bebernya.

(M2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *