Bekasi, MITRA NEWS – Warga Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi resah dengan peristiwa offline jaringan internet di Kecamatan Pebayuran. Akibatnya pelayanan administrasi kependudukan terhambat.

Peristiwa tersebut sudah bukan pertama kalinya di wilayah Kecamatan Pebayuran, tapi berulang-ulang.

“Selain karena alasan jaringan offline, pihak kecamatan juga mengatakan blanko eKTP kekurangan,” tutur DM, warga Desa Karang Harja saat mengantri pembuatan eKTP Kantor Kecamatan Pebayuran, Senin (15/07/2019).

“Beberapa kali saya mendatangi kantor kecamatan untuk pembuatan eKTP, tapi susah alesannya offline dan offline terus,” keluhnya.

IR mengaku sudah sejak tiga bulan yang lalu mengurus eKTP, namun hingga saat ini masih terkendala.

“Masyarakat bener bener kecewa dan berharap masalah perekaman eKTP segera teratasi,” ujar AYB, warga Kampung Kobak Ceper.

AYB mengatakan bahwa untuk datang ke kantor Kecamatan Pebayuran menghabiskan biaya 30 ribu untuk ongkos naik ojek.

“Saya udah lebih 5 kali datang kesini, tapi katanya masih offline, padahal butuh banget eKTP bang,” ujarnya.

Terpisah, Kasi Kependudukan Kecamatan Pebayuran, Drs. H. Warjion mengakui bahwa pelayanan eKTP di kecamatan pebayuran tersendat lantaran jaringan offline dan kekurangan blanko eKtp.

“Beberapa kali kami minta Diskominfo untuk memperbaiki jaringan yang offline tersebut, tapi hingga saat ini belum ada perubahan,” ungkapnya.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap eKTP sangat mendesak. “Mohon perhatikan jaringannya dan permudah kami untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” harapnya.

(yanto lohan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *