PROYEK SUMUR BOR SATELIT DI PERTANYAKAN

Bekasi, MITRA NEWS – Proyek pembuatan sumur bor satelit bersumber dana dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) yang berlokasi di kampung baru rt 01 rw 05 Desa Tanjung Baru, Kecamatan Cikarang Timur mulai dipertanyakan berbagai pihak.

Pasalnya, di lokasi proyek jarang ditemui pengawas dinas (pptk) dan konsultan, sehingga diduga adanya kongkalikong dengan pihak pengawas dinas dan konsultan.

Informasi yang diperoleh, proyek yang dikerjakan kontraktor PT Janata Indonesia Mandiri diduga tidak sesuai RAB. Sehingga pekerjaan senilai menggunakan pagu anggaran sebesar Rp.196.020.500.00 menimbulkan banyak pertanyaan. Salah satunya disampaikan ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Rakyat Indonesia (LSM BARAK indonesia) Bayu.

Lelaki yang akrab di sapa Bazon ini mengungkapkan bahwa kegiatan proyek sumur bor tersebut dinilai terlalu besar anggarannya dan di lokasi kegiatannya tidak ditemukan adanya pengawas dinas dan konsultan.

“Proyek sumur bor satelit ini diduga tidak sesuai RAB dan diduga keras ada permainan antara pengawas dinas (pptk), konsultan dan kontraktor sehingga dapat menimbulkan kerugian keuangan negara,” ucapnya.

Tentang hal tersebut, Kepala bidang PSDA dan pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Khaidir saat dikonfirmasi MITRA NEWS, belum memberikan jawaban

(yan/lohan)

APBD Kabupaten Bekasi Tahun 2020 Ditetapkan Rp. 6,35 Triliun

Bekasi, MITRA NEWS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi resmi menetapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 sebesar Rp 6.354.727.439.731. Nilai tersebut naik Rp 41.238.279.517 dibandingkan APBD Perubahan tahun ini.Penetapan Raperda APBD ini dilakukan dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Jumat (29/11) petang.“Jadi setelah kami tetapkan, ini akan diajukan ke provinsi untuk dikoreksi. Setelah itu disetujui,” ucap Ketua DPRD, Aria Dwi Nugraha.Pembahasan APBD 2020 sempat terhambat lantaran terkendala proses peralihan dewan. Kendati begitu, setelah melalui pembahasan pada Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), draf keuangan pun masuk dalam RAPBD.Proses pembahasan RAPBD rampung sebelum batas akhir penetapan, yakni 30 November. Sehingga, Kabupaten Bekasi pun terbebas dari sanksi pemotongan dana dari pusat.Jumlah anggaran yang ditetapkan tersebut terbagi atas pendapatan sebesar Rp 5.559.749.967.941. Nilai itu terdiri dari pendapatan asli daerah sebesar Rp 2.446.413.378.869, dana perimbangan sebesar Rp 1.832.561.059.000, serta pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp 1.280.775.530.072.Sedangkan pembelanjaan terhitung mencapai Rp 6.354.727.439.731. Pembelanjaan itu terbagi atas belanja tidak langsung sebesar Rp 2.984.302.848.400 dan belanja langsung sebesar Rp 3.370.424.591.331.Kemudian untuk menopang kurangnya pendapatan dibanding pembelanjaan, terdapat alokasi pembiayaan yang bersumber dari Sisa Lebih Penggunan Anggaran (Silpa) yakni sebesar Rp 874.977.471.790. Kemudian pembiayaan itu pun digunakan untuk menambah penyertaan modal bagi PDAM Tirta Bhagasasi sebesar Rp 80.000.000.000.Sementara itu, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengatakan, fokus penggunaan anggaran 2020 masih pada sektor pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan ketenagakerjaan. Khusus untuk pendidikan, akan ada perubahan sistem terutama berkaitan dengan pembangunan ruang kelas beserta fasilitasnya.Sejauh ini, terdapat kesimpangsiuran anggaran fasilitas pendidikan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Pendidikan memiliki anggaran masing-masing dalam penyediaan fasilitas tersebut. Dinas PUPR bertugas membangun gedung sekolah, sedangkan Dinas Pendidikan menyediakan meja dan bangku. Namun, pada praktiknya, pelaksanaan pembangunan dan perlengkapan untuk pendidikan kerap tidak sinkron.“Ini sudah menjadi persoalan lama yang kunjung ada solusinya. Sekarang, saya tegaskan, ini dalam APBD 2020 jadi perubahan yang signifikan. Maka, proses pembangunan akan fokus bersamaan dengan fasilitas penunjang lainnya. Pendidikan, bersama kesehatan, ketenagakerjaan masih menjadi fokus di 2020,” ucapnya.(humas_kab_bekasi)