PROYEK SUMUR BOR SATELIT DI PERTANYAKAN

Bekasi, MITRA NEWS – Proyek pembuatan sumur bor satelit bersumber dana dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) yang berlokasi di kampung baru rt 01 rw 05 Desa Tanjung Baru, Kecamatan Cikarang Timur mulai dipertanyakan berbagai pihak.

Pasalnya, di lokasi proyek jarang ditemui pengawas dinas (pptk) dan konsultan, sehingga diduga adanya kongkalikong dengan pihak pengawas dinas dan konsultan.

Informasi yang diperoleh, proyek yang dikerjakan kontraktor PT Janata Indonesia Mandiri diduga tidak sesuai RAB. Sehingga pekerjaan senilai menggunakan pagu anggaran sebesar Rp.196.020.500.00 menimbulkan banyak pertanyaan. Salah satunya disampaikan ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Rakyat Indonesia (LSM BARAK indonesia) Bayu.

Lelaki yang akrab di sapa Bazon ini mengungkapkan bahwa kegiatan proyek sumur bor tersebut dinilai terlalu besar anggarannya dan di lokasi kegiatannya tidak ditemukan adanya pengawas dinas dan konsultan.

“Proyek sumur bor satelit ini diduga tidak sesuai RAB dan diduga keras ada permainan antara pengawas dinas (pptk), konsultan dan kontraktor sehingga dapat menimbulkan kerugian keuangan negara,” ucapnya.

Tentang hal tersebut, Kepala bidang PSDA dan pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Khaidir saat dikonfirmasi MITRA NEWS, belum memberikan jawaban

(yan/lohan)

Tinggalkan Balasan