Sampah Menggunung di Kampung Pilar, Pemkab Bekasi Jangan Menutup Mata.

Bekasi, MITRA NEWS – Warga Kampung Pilar, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara berduyun-duyun membersihkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang sampai menggunung.

“Mengganggu sekali, selain itu bau sekali hingga radius puluhan meter, selain bau juga kalau musim panas sampah berterbangan samapi belakang kampung” kata Hermansyag, warga setempat kepada awak media, Minggu (01/12/2012).

Ia menyesalkan adanya tumpukan sampah di tempat pembuangan sampah tersebut. Tumpukan sampah itu bukan hanya mengganggu pemandangan, melainkan juga membuat bau tidak sedap.

“Untuk itu warga berinisiatif mengadakan kerjabakti merapihkan sampah yang sudah berserakan,” jelas Hermansyah.

Tumpukan sampah, kata dia, tidak hanya di tempat-tempat pembuangan, tapi juga menumpuk di badan jalan.

“Sampah yang menumpuk akan berpotensi menimbulkan penyakit dan saat musim hujan seperti sekarang ini, bau tak sedap dari tumpukan sampah itu terasa kian menyengat karena kondisinya yang basah,” ujarnya.

Herman dan warga Pilar lainnya berharap agar Pemerintah Kabupaten Bekasi tidak menutup mata dalam persoalan TPS Liar yang ada di Kabupaten Bekasi. Untuk itu dia meminta Kabupaten Bekasi agar segera mungkin dapat turun tangan mengenai hal tersebut.

“Iya saya sudah geram, terutama warga. padahal dikita ada instansi yang mengurusi ini, tapi mereka seperti tutup mata dan telinga perihal TPS liar, untuk itu saya minta untuk pemerintah dapat menyelesaikan persoalan sampah yang ada di kampung saya,” tutupnya.

(yan/lohan)

Ormas GARIS Jabar : Menolak Politisasi Agama Untuk Kepentingan Kelompok

Garut, MITRA NEWS – Ormas Gerakan Reformis Islam (GARIS) Jawa Barat melalui ketuanya Ust. Asep Maulana menolak politisasi agama dalam bentuk apapun untuk kepentingan kelompok.

“Kami menolak politisasi agama untuk kelompok. Kami juga juga menolak adanya pihak yang memanfaatkan agama untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya sehingga dapat memecah belah persatuan umat dan NKRI,” himbaunya di Garut.

Disinggung tentang keikutsertaan ormas GARIS Jawa Barat dalam Reuni 212 di Jakarta, dengan tegas menjawab tidak akan ikut serta.

“Atas nama pribadi dan organasasi GARIS Jawa Barat, kita tidak ikut serta dalam Reuni 212 di Jakarta” katanya.

Ormas GARIS Jawa Barat juga menegaskan akan kembali ke khitah awal dan tidak mau terlibat politik praktis.

“Kami juga atas nama DPW Garis Jawa Barat dengan tegas kembali ke khitah amal ma’ruf nahi munkar, dengan tegas tidak melibatkan diri dan terlibat dengan politik praktis” tutupnya. (***)