Sekjen Aspelindo, Budiyanto : “Antisipasi Penyebaran Virus Corona di Indonesia, Pemerintah Wajib Stop Tenaga Kerja asal Cina Masuk ke Indonesia”

CIKARANG PUSAT – Merebaknya virus corona yang terjadi di Wuhan Cina membuat khawatir masyarakat di Kabupaten Bekasi. Apalagi, Bekasi memiliki kawasan industry terbesar se-Asia Tenggara, dimana para pekerja asal Cina juga cukup banyak di sini.

Seperti dikatakan Sekjen Asosiasi Pengusaha Limbah Industri Indonesia (Aspelindo), Budiyanto. Pemerintah pusat dan daerah harus peka dan tegas memberikan larang kepada para tenaga kerja asal Cina untuk bekerja sementara waktu selama virus corona belum dinyatakan aman di Cina.

Sekjen Aspelindo, Budiyanto

“Kami meminta kepada pemerintah pusat dan daerah agar memulangkan mereka para pekerja Cina sementara waktu dulu, selama virus corona dinyatakan aman di Cina. Kami juga ingin mengedepankan keamanan dan keselamatan bagi warga Kabupaten Bekasi,” tegas Budiyanto, Senin (4/02).

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi mencontohkan, salah satu tempat di Kabupaten Bekasi yang memiliki tenaga kerja lebih dari 3000 orang asal Cina seperti di KITIC dan Meikarta. Di situ, kata beliau, jumlah pekerja asal Cina cukup banyak mulai dari pekerja kasar konstruksi bahkan sampai level manager. Bukan hanya pekerja yang sudah lama, tapi juga diduga kuat ada banyak pekerja Cina yang juga baru masuk ke Indonesia termasuk ke Meikarta.

Dari letak geografis baik KITIC maupun Meikarta, posisinya sangat strategis berada ditengah-tengah wilayah Ibukota Kabupaten Bekasi. Letak tersebut juga bisa mengancam penyebaran virus corona jika ada salah satu pekerja asal Cina yang terkena wabah corona.

Tenaga Kerja asal Cina memadati wilayah Bekasi

“Kami bukan rasis, karena virus corona ini sudah menjadi ancaman masyarakat dunia dan menjalar ke beberapa Negara, sudah sepantasnya pemerintah pusat dan daerah Kabupaten Bekasi mengambil tindakan tegas memulangkan para pekerja Cina itu ke Negara asalnya, segera, sebelum menjadi bencana di Kabupaten Bekasi !” jelasnya.

“Pihak Imigrasi, Kepolisian dan Dinas kesehatan Kabupaten Bekasi harus seregep melakukan sweeping untuk memastikan dokumen mereka para pekerja Cina, karena menurut beberapa informasi banyak pekerja yang baru datang dari Cina, segera ambil langkah2 pencegahan yang efektive” pungkasnya.

Sementara itu, dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Douglas Siregar yang ditemui di Savasa pada Kamis, (31/01) mengatakan pemerintah daerah melalui beberapa dinas terkait telah menempatkan timnya di setiap terminal bandara untuk mengecek setiap pendatang asal negeri Tirai Bambu itu.

“Ya kami sudah menurunkan tim di tiap Bandara dan semua orang yang tiba dari bandara dilakukan pengecekan, terutama suhu. Jika diketahui suhunya panas langsung dilakukan tindak medis,” jelas Douglas.

Sejauh ini, kata Douglas belum ditemukan adanya warga yang terjangkit virus tersebut di terminal bandara. Pemerintah daerah juga belum ada kebijakan untuk mengembalikan para pekerja asal Cina ke Negara asalnya terkait merebaknya virus Corona. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

Ade Laely Fitriani Optimis Golkar Menangkan Pilbup Bekasi 2022 di Cikarang Barat

Bekasi, MITRA NEWS – Putri kandung anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Golkar Haji Kardin, Ade Laely Fitriani, resmi secara aklamasi didapuk untuk menjadi Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Kecamatan Cikarang Barat Periode 2020-2025. Hal itu terungkap saat kegiatan Musyawarah Kecamatan (Muscam) ke-X PK Partai Golkar Kecamatan Cikarang Barat yang dilaksanakan di Desa Telaga […]

Komisi 1 DPRD Kab. Bekasi : “Direksi PDAM TB merupakan WNI yang diangkat dan diberhentikan Bupati Bekasi”

Bekasi, MITRA NEWS – Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Budiyanto mengklarifikasi tudingan hoax yang disampaikan anggota Komisi 1 DPRD Kota Bekasi Nicodemus Godjang kepada wartawan (baca : http://bekasiekspres.com/2020/09/20/bicara-tanpa-data-budiyanto-dituding-sebar-hoaks_). Dijelaskan Budiyanto, terkait statementnya tentang komposisi PDAM Tirta Bhagasasi sebesar 85% Pemkab Bekasi dan 15% Pemko Bekasi itu terjadi saat dirinya menjabat anggota DPRD Kabupaten Bekasi periode 2009 – […]