Begini Nasib Masyarakat Ekonomi Kecil Akibat Wabah Corona

WABAH virus Corona berdampak besar terhadap masyarakat miskin. Terlebih jika lockdown dilakukan maka  pendapatan masyarakat kelas menengah akan menurun. Hal mengerikan menimpa masyarakat yang bekerja serabutan, mereka terancam kelaparan selama tinggal di dalam rumah tanpa bekerja dan tanpa persediaan sembako.

Tekanan wabah corona sangat dirasakan masyarakat kecil dibandingkan   kalangan menengah ke atas. Hingga saat ini belum ada kebijakan dari pemerintah untuk menanggung pendapatan kelas bawah yang hilang akibat adanya perintah melakukan social distancing.

Istilah itu sendiri sendiri artinya tinggal di dalam rumah dan mengurangi kerumunan ke luar rumah. Sedikit berbeda dengan lock down yang lebih mengunci akses masuk dan keluar masyarakat di dalam suatu daerah.

“Iya kang, pengunjung sepi sejak wabah Corona merebak di wilayah Bogor, apalagi pak Walikota Bogor diketahui terken juga, jadinya sepi,” ucap salah satu pengelola wisata Curug Putri Kencana, Kabupaten Bogor kepada MITRA News, Selasa (24/03/2020).

Dia berharap, musibah ini segera berakhir sehingga perekonomian kembali hidup. “Biasanya pedagang ramai berjualan di lokasi ini, tetapi sekarang tidak ada aktivitas sejak sepi dengan pengunjung,” jelasnya.

Hal sama dikeluhkan Irma (54th), ibu rumah tangga yang tinggal di Sukatani Kabupaten Bekasi kepada MITRA News, Selasa (24/03/2020).

“Suami saya sehari-hari berjualan sayur di pasar sekarang dilarang lalu pendapatan darimana untuk kami makan sehari-hari,” keluh

Rahmat (35th), ojek pangkalan Pasar Tegal Danas juga mengeluhkan senada. Akibat wabah Corona, tarikan ojek sepi sehingga pendapatannya menurun.

“Padahal biasanya ada aja penumpang minta diantarkan ke Paparean atau bahkan daerah Karawang, sekarang sepi,” keluhnya.

Lain halnya dengan Aan (37th), warga Perum Puri Insani Tegal Danas, Cikarang Pusat. Dirinya sangat terpukul dengan wabah Corona dan adanya kebijakan pemerintah agar tinggal di dalam rumah dan menghentikan aktivitas ke luar rumah.

Diakuinya sejak berhenti bekerja 2 tahun yang lalu, Aan bekerja serabutan untuk menafkahi istri dan 3 anaknya.

“Sekarang semua orang di dalam rumah, tidak ada aktivitas di luar otomatis ga ada yang bisa dikerjakan, ya tuhaaan,” ucapnya.

Ia berharap adanya kebijakan pemerintah untuk memperhatikan nasib masyarakat kecil selama kebijakan tinggal di rumah diberlakukan.

Virus Corona atau nama lain Covid-19 telah banyak menelan korban. Di China, junlah meninggal mencapai lebih 3000 orang.

Meski kecenderungan korban meninggal menurun sejak lock down, namun yang membuat cemas adalah belum ditemukannya vaksin untuk Covid-19 tersebut.

Sedangkan virus Corona tersebut tersebar lewat angin yang berasal dari cairan  lendir pilek atau ingus, air ludah, bahkan keringat dan darah yang mengandung virus. Penularannya pun bisa dengan mudah. Lendir ingus atau darah yang kering terkena panas matahari akan menguap dan terbang ke udara, sehingga ketika dihirup oleh hidung, secara otomatis akan tertular.

Indonesia, tentu dilema, ingin memutuskan mata rantai virus namun masyarakat menengah ke bawah terancam kelaparan tinggal di dalam rumah. (Akew/Yanto)

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *