LSM Laporkan Anggota Polsek Sukatani ke Propam Polda Metro Jaya

Bekasi, MITRA NEWS – Kepala Unit
(Kanit) Reserse Polsek Sukatank dilaporkan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya oleh warga setempat didampingi LSM. Warga melapor ke Propam untul meminta keadilan dari dugaan penyalahgunaan wewenang dan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan anggota polisi tersebut.

Salah satu keluarga pelapor, Obay Hendra Winandar mengatakan laporan kepada Propam PMJ itu adalah buntut kekecewaan dari keluarganya yang telah menjadi korban pungli dan rekayasa kasus narkoba yang saat ini ditangani Polsek Sukatani.

“Kami menduga keras anak kami direkayasa kasusnya oleh oknum, karena awal mulanya anak kami tidak tahu apa-apa dirayu lalu dirayu oleh temannya untuk mengunakan narkoba jenis ganja, tapi setelah itu keesokan harinya langsung ditangkap,” kata Obay kepada MITRA News, Senin (23/03/2020).

Obay menjelaskan anaknya Choirut Tamimi alias iIuh, saat ini masih kuliah semester akhir di salah satu perguruan tinggi di Bandung. Namun pada saat pulang kampung bertemu temannya yang bernama Dede Septian alias bom-Bom.

“Iuh dibujuk Dede untuk memakai narkoba jenis daun ganja,” ungkapnya geram. Dari bujuk rayu Dede tersebut, lalu Iuh diajarkan cara mreinting dan membakarnya untuk dihisap.

Setelah itu, anaknya dititipkan sisa narkoba jenis ganja tersebut. Tsk lama, ada orang tak dikenal menelepon Iuh dengan mengaku kawan dari Dede septian yang hendak mengambil sisa titipan barang yang ada pada anaknya tersebut. Karena percaya yang menelpon itu memang kawannya Dede septian, Iuh menemuinya tanpa ada rasa curiga.

“Pas di depan rumah termyats bukan Dede yang ditemuinya, tetapi beberapa anggota polisi yang saat itu langsung menangkap anak kami dan lalu membawanya ke kantor polisi (Polsek Sukatani_red),” terangnya.

Sebelum sampai ke Polsek Sukatani, Iuh sempat dibawa berputar dengan kondisi tangan di ikat.”Sangat disayangkan penangkapan tersebut tanpa disertai surat perintah pengkapan/penahan yang ternyata baru diberikan 8 hari kemudian. Itupun cuma dititipkan ke tetangga yang kebetulan sedang besuk anak kami,” ungkapnya.

Masih kata dia, setelah beberapa hari sejak ditangkapnya Iuh, perwakilan Polsek Sukatani mendatanginya untuk meminta uang tebusan dengan dalih mau keluarkan anaknya. Lalu, dengan membawa uang sebesar Rp. 6 juta kemudian keluarga Iuh menghadap ke ruangan kanit diantar oleh anak buahnya yang bernama Agus.

Tapi, uang tersebut ditolak dan di minta harus dicukupi sebanyak Rp. 40 juta. Akhirnya, dengan hasil pinjam sana pinjam sini uang sebesar itu pun tercukupi dan diserahkan langsung ke ke ruangan Kanit Serse Polsek Sukatani.

“Waktupun berjalan hingga lebih sebulan tapi anak saya tak kunjung keluar dan uang yang dulu Rp 40 juta keterangan nya cuma buat ringan hukuman saja,” tutupnya.

Sekedar diketahui, laporan ke Propam Polda Metro Jaya diwakili Obay H.W yang sampai saat ini masih aktif sebagai tim aktivis hukum di LSM Peduli Keadilan (PEKA), wartawan Bhayangkara dan LRPPN Narkotika Jawa Barat. Laporan tersebut diterima langsung Kabid Propam PMJ Kombes JR. Manalu, dan Kasubbid Provos Kompol Yudho Yudhiantoro, SIK., MIK. (Yanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *