WABAH CORONA BERPOTENSI PERANG DUNIA 3

Dampak wabah virus Corona (COVID-19) berpotensi terjadinya perang dunia ketiga. Perselisihan memanas antara USA – China terkait siapa yang harus disalahkan atas wabah mematikan tersebut, semakin memanas lantaran militer Rusia campur tangan.

Jakarta, MITRA NEWS – Seorang profesor hukum di Universitas Yeditepe Istanbul Turki bernama Mesut Hakki Casin berpendapat bahwa cekcok antara kedua negara bisa berubah menjadi perang terbuka yang panas. Bahkan, dengan mempertimbangkan semua aspek yang dimiliki kedua negara, Mesut memperkirakan duel abad ke-21 itu akan menjadi duel terakhir antara Washington dan Beijing. Prediksi Mesut didasarkan pada aspek militer kedua negara yang memiliki jumlah anggaran sangat besar dan memiliki perangkat terbaik.

Mesut Hakki Casin

“China adalah penantang besar sebagai kekuatan revisionis dalam menghadapi Amerika Serikat,” ucap Mesut sebagaimana diterjemahkan Zulpan dari Istanbul Turki kepada MITRA News.

Pantauan situasi di Laut China Selatan dekat perairan Natuna menyebutkan ketegangan USA – China meningkat usai pukul mundur USS Barry milik Amerika oleh Angkatan Laut dan Udara China. Kapal perusak nuklir itu dipukul mundur dan dikejar-kejar lantaran menerobos masuk dengan sengaja ke wilayah teritorial China di sekitar perairan Pulau Xisha.

Militer China menyebut perbuatan Amerika Serikat itu sengaja dilakukan untuk memprovokasi. Sementara Amerika menuduh China telah melakukan intimidasi terhadap Malaysia dan Vietnam yang bersengketa di Laut China Selatan.

Amerika mengerahkan USS Barry dan USS Bunker Hill untuk menjaga agar tak terjadi pertikaian di zona sengketa Laut China Selatan tersebut.

Dikutip dari Instagram resmi Bakamla, Kamis (30/4/3030), Bakamla menyebutkan bahwa Indonesia bersiaga merespons ketegangan antara China – Amerika. Indonesia, melalui Badan Keamanan Laut, TNI, dan sejumlah kementerian atau lembaga terkait bahkan telah menggelar rapat guna membahas langkah strategi menyikapi situasi tersebut. Sebab, zona sengketa ketiga negara berbatasan langsung dengan wilayah Laut Natuna Utara.

Zona sengketa perairan Cina Selatan berbatasan dengan wilayah laut Natuna Utara

Rapat melalui teleconference itu dipimpin Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Aan Kurnia. Dihadiri Pangkogabwilhan, Asops Kasal, Waasops Panglima TNI, Pangarmada 1, Dirjen PSDKP KKP, Direktur Hukum dan Perjanjian, Kemlu, Deputi Kemenkopolhukam, dan para staf di jajarannya.

Rusia Ancam Ledakkan USA

Sebelumnya, Rusia menyatakan bakal meledakkan AS dengan senjata nuklirnya. Rusia yang juga memilki rudal balistik nuklir, balas mengancam akan meledakkan AS dengan senjata nuklirnya.

Pernyataan keras itu disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova menanggapi pernyataan Panglima Komando Serangan Global Angkatan Udara Amerika Serikat (USAFGSC), Jenderal Timothy Ray tentang langkah Pentagon dan USAFGSC yang telah melengkapi kapal selam Angkatan Laut AS dengan rudal balistik hulu ledak nuklir berkuatan rendah atau yang dikenal dengan W76-2.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova (kanan), Panglima Komando Serangan Global Angkatan Udara Amerika Serikat (USAFGSC), Jenderal Timothy Ray (kiri)

Jenderal Ray sebelumnya melontarkan pernyataan yang memicu ketegangan, bahwa AS akan menggunakan senjata nuklirnya jika pandemi Virus Corona atau COVID-19 berakhir dengan konflik.

Selain itu, di dalam situs resmi Departemen Luar Negeri AS juga diterangkan bahwa Amerika Serikat telah mengembangkan hulu ledak nuklir berkekuatan rendah W76-2 dan memasok beberapa rudal balistik UGM-133A Trident II di kapal selam milik USA.

“Mereka yang ingin berbicara tentang kemampuan nuklir Amerika harus menyadari bahwa langkah-langkah seperti itu akan dianggap sebagai alasan penggunaan senjata nuklir oleh Rusia,” kata Maria Zakharova dikutip MITRA News dari Al-Masdar News, Sabtu, 2 Mei 2020.

Rusia akan melihat langkah USA sebagaimana disampaikan Panglima Komando Serangan Global Angkatan Udara Amerika Serikat (USAFGSC) Jenderal Timothy Ray sebagai serangan nuklir dan Rusia akan memberikan balasan yang setimpal atas serangan tersebut. (***)

Penulis: Redaksi MITRA News
Editor: Doni Ardon

Artikel yang Direkomendasikan

2 Komentar

  1. Semoga Tidak berimbas kepada Indonesia……

    1. Aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *