• Sidang Lanjutan Perkara Fikri Salim

Bogor, MITRA NEWS – Kuasa hukum Fikri Salim, Alvin Wijaya Kesuma, SH berang menanggapi polah saksi dalam sidang lanjutan perkara pemalsuan tandatangan atas dokumen Akta Jual Beli (AJB) tanah seluas 4.000 m2 milik Hardiyanto di Kampung Pasir Angin Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor.

Alvin menilai keterangan saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum dari pihak dr. Lucky sangat bertele-tele. Karena, dalam sidang sebelumnya, saksi notaris mengaku tidak mengetahui proses pembuatan AJB nomor 183, 184 dan 185 tahun 2019 dan mengaku belum menerima pembayaran dari dr Lucky yang rincian tagihan pembuatan akta disampaikan melalui karyawannya, Fikri Salim.

“Keterangan saksi ini berbeda dengan keterangan karyawan Notaris Arfiana Purbohadi yaitu Hariyanto di persidangan selanjutnya tanggal 08 Juni 2020, Hariyanto mengatakan bahwa Notaris Arfiana yang menyuruhnya untuk membuat draft PUJB dan AJB yang ditandatangani kedua pihak, yakni penjual dan pembeli,” jelas Alvin berdasarkan keterangan Hariyanto sebagai karyawan Notaris Arfiana Purbohadi di dalam persidangan.

Dijelaskan kembali bahwa Hariyanto lah yang menyodorkan AJB tanah tersebut kepada Notaris Arfiana dan kemudian ditandatanganinya.

Adapun terkait biaya yang ditagihkan kepada terdakwa Fikri Salim untuk pembuatan akta telah dibayar oleh Fikri Salim melalui rekening PT dan saksi Hariyanto tidak mengetahui rekening PT atas nama siapa.

Alvin menyampaikan akan melaporkan saksi dengan pasal 242 KUHPidana terkait memberikan kesaksian palsu di bawah sumpah apabila saksi terbukti memberi kesaksian yang tidak benar dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

“Jangan memberikan keterangan palsu, karena saksi juga bisa diperiksa sebagai ter­dak­wa,” tegasnya. (Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *