Fikri Salim Heran Dituduh Palsukan Data Kekayaan Istri Sirinya, Dokter Lucky Bawazir

Ada yang menarik dalam sidang perkara dugaan pemalsuan data atas jual beli aset tanah yang dilaporkan Dr. Lucky Azizah Bawazi ke Polres Bogor, beberapa bulan silam. Terlapor, Fikri Salim, rupanya suami siri dari pelapor, yakni dr Lucky. 

Bogor, MITRA NEWS – Sidang perkara Fikri Salim yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong, Senin (22/06/2020) terlihat tegang. Hal itu lantaran sinyal pemancar video teleconferens call dari saksi “Soni” yang berada di Rumah Tahanan Pondok Raje terganggu cuaca buruk. Akibatnya, Majelis Hakim memutuskan untuk menunda persidangan gelar perkara tersebut.

Di sela-sela akhir persidangan, Edo, perwakilan pihak penggugat mengatakan kepada wartawan bahwa Dr. Lucky Azizah Bawazir menuntut Fikri Salim karena terbukti telak melakukan pemalsuan data terhadap jual beli aset tanah miliknya. 

“Fikri Salim dituntut dr. Lucky atas dugaan tindak pidana pemalsuan, penipuan, dan masih banyak lagi,” kata Edo. 

Namun Edo tidak menjelaskan secara rinci alasan dr. Lucky menuntut Fikri Salim. “Untuk lebih rinci, lebih baik langsung ke Jaksa saja bertanyanya,” kata dia.

Secara terpisah, ditemui wartawan di tahanan ruang tunggunya, Fikri Salim mengaku dirinya merupakan suami siri dari dr Lucky Azizah Bawazir. 

“Iya mas, saya ini suami dari Prof. Dr. Lucky Azizah Bawazir,” ucap Fikri Salim.

Sebelum menjadi suami siri dr. Lucky, dirinya mengaku bekerja sebagai supir pribadi dari pasangan suami istri dr. Lucky dan dr. Rudi. Kedua pasangan tersebut sering terlibat cekcok dan akhirnya berujung dengan perceraian.

“Silahkan konfirmasi kepada dokter Rudi benar atau tidaknya keterangan saya ini,” kata dia.

Tak lama setelah bercerai, Fikri Salim mengaku diminta dr. Lucky untuk menjadi suami sirinya. “Ya, setelah berhasil menggugat cerai Dokter Rudi, tak lama Dr. Lucky Azizah Bawazir mengajak saya menikah,” tuturnya.

Diakui Fikri Salim bahwa pernikahan mereka dilakukan melalui penghulu dan disaksikan sejumlah kerabat dekat. Namun pernikahan itu tidak dilengkapi dengan bukti surat nikah yang saha secara negara.

“Saya akui pendidikan saya rendah dan bahkan Sekolah Dasar pun tidak tamat makanya kalau disuruh membaca dan menulis agak kurang lancar,” kata Fikri Salim.

Adapun keahlian yang dimilikinya hanya sebatas menyupir. “Makanya saya mau menerima ajakan pernikahan ini meski secara siri, dan sepertinya bu dokter pun mau menerima saya apa adanya,” ujarnya seraya menekankan bahwa dr. Lucky menjanjikannya memberi pelajaran menulis dan membaca setelah menjalani hidup bersama sebagai pasangan suami istri.

“Makanya saya masih tidak paham sama sekali kenapa bu Dokter Lucky Bawazi, istri saya yang saya nikahin secara siri menuduh saya melakukan persekongkolan dan penipuan atas aset tanah dia,” kata
Salim.

Karena, semua pekerjaan yang dia lakukan ini selalu atas arahan dari Dr. Lucky Azizah.

“Tidak seharusnya berakhir seperti ini,” kata Fikri Salim mengakhiri prmbicaraan. (Akew)

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *