08/05/2021

Ini Pernyataan Ketua Komite SMKN wae Ri’i, Terkait Aksi Solidaritas Para Guru

Ruteng, MITRA NEWS – Terkait adanya aksi solidaritas yang dilakukan oleh para guru di SMKN Wae Ri’i pada tanggal 13 Juli 2020 lalu, membuat Ketua Komite angkat bicara. 

Kepada awak media, Ketua Komite SMK Negeri 1 Wae Ri’i Damianus menyampaikan bahwa, Ia mengaku kecewa dengan aksi tersebut karena tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada komite sekolah. Apalagi, menurut Damianus, para demonstran tersebut adalah juga guru di lembaga SMKN 1 Wae Ri’i.

Damianus juga mengomentari terkait mosi tidak percaya sejumlah guru atas pengelolaan keuangan disekolah ini, yang dianggap bahwa pengelolaan keuangan  tidak transparan, ia menganggapnya tidak masuk akal.

Menurut Damianus penyusunan Rancangan Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) sudah melibatkan dirinya sebagai perwakilan dari orang tua murid. Termasuk para guru yang melakukan demonstrasi.

“Lembaga komite sekolah terlibat dalam penyusunan rencana keuangan. Sampe soal sumur bor. Pihak sekolah selalu laporkan ke saya,” jelas Damianus saat ditemui Radio Manggarai di SMKN Wae Rii pada Rabu, 15 Juli 2020.

Soal aksi demonstrasi solidaritas guru-guru, Damianus juga mengaku kecewa. Ia merasa tidak dilibatkan oleh para guru untuk menjembatani persoalan internal sekolah tersebut.

“Saya kecewa dengan aksi para guru. Saya di sinikan perwakilan orang tua murid. Tetapi, mereka tidak pernah memberitahu saya. Saya tidak pernah tahu kalau mereka ada soal. Jadi, saya tidak bisa menjembatani mereka untuk menyelesaikan persoalan. Saya baru tahu saat mereka buat aksi demonstrasi karena kami juga sedang melaksanakan rapat komite,” tutup Damianus.

Ditempat yang sama, Kepala Sekolah SMKN Wae Rii Yustina M.D Romas bantah tudingan guru-guru tersebut soal gaji guru berinisial ASA yang hanya menerima Rp 150.000.

Yustina menerangkan bahwa gaji guru komite di SMKN 1 Wae Ri’i dengan masa kerja 2 tahun ke atas sejumlah Rp 1.950.000. Sumbernya, Rp 1.200.000 dari uang komite dan Rp 750.000 dari dana Biaya Operasional Sekolah. Jumlah tersebut belum termasuk tunjangan fungsional sebagai wali kelas atau pun jabatan lainnya.

Pada bulan April dan Mei 2020, Sekolah membebaskan iuran komite dari siswa dalam rangka mempermudah siswa membeli pulsa internet. Karena itu, sekolah memnfaatkan dana BOS untuk gaji guru komite sebesar Rp 1.200.000.

Ia menjelaskan, gaji guru yang dipotong kepala sekolah sesuai prosentasi kinerja guru adalah gaji dengan besaran Rp 1.200.000.

“Jadi, yang gajinya hanya Rp 150.000 itu tidak benar. Guru berinisial ASA dapat gaji yang bersumber dari dana BOS sebesar Rp 750.000. Nah, kalau gaji yang berbasis kinerja Rp 150.000, ditambah dari BOS 750.000, guru tersebut tetap dapat Rp 900.000,” jelas Yustina. (Mars)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *