18/04/2021

Demonstran Omnibus Law Bakar Mobil Komando Pekerja Bekasi

BEKASI – Aksi penolakan terhadap pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja terus berlanjut. Siang ini sejumlah pemuda dari ormas bernama XTC menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang pintu masuk kantor Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Pantauan di lokasi, kompleks Pemda Kabupaten Bekasi, Jalan Sukamahi, Cikarang Pusat, Jawa Barat, sekitar pukul 10.15 WIB, Kamis (8/10/2020), massa pemuda tersebut menggelar orasi.

Sejumlah atribut demo juga turut dibawa. Poster-poster berisi penolakan terhadap pengesahan omnibus law meramaikan aksi mereka. Tulisan #MosiTidakPercaya, Tolak Tenaga Kerja Asing, dan Hidup Kaum Pribumi terpampang pada poster penolakan mereka.

Sejumlah aparat gabungan, mulai aparat kepolisan, TNI, hingga petugas Satpol PP, telah bersiaga di depan gerbang kantor Pemkab Bekasi.

Aksi unjuk rasa mahasiswa menolak Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja berakhir ricuh. Ratusan mahasiswa terlibat bentrok dengan aparat di kawasan industri Jababeka, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.Lima mahasiswa dikonfirmasi mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Dua di antaranya dikabarkan mengalami luka parah di bagian kepala dan mata. https://youtu.be/wwRWzJ4SEZk

Aksi lemparan batu tidak bisa dihindari dari arah massa yang memadati jalan raya di pertigaan warung Bongkok, Cikarang kabupaten Bekasi. Sebelumnya mobil komando milik pekerja dibakar sepertinya ini yang menjadi menyulut massa untuk melakukan penyerangan ke polisi yang berjaga-jaga di lokasi.

Sampai saat ini belum diketahui siapa atau dari pihak mana yang melakukan provokasi dengan membakar mobil komando milik pekerja. Beberapa informasi belum bisa dipastikan kebenarannya apakah dari pihak polisi atau bukan yang melakukan pembakaran.

Massa sempat tidak terkendali dan berhasil memukul mundur polisi sejauh 300 meter ke arah pabrik baja PT. Garuda Steel. Namun tidak berselang lama polisi merangsek maju kembali dan menggiring massa ke tempat semula.Massa yang tidak terkendali sempat merebut tameng dari polisi. Bukan hanya elemen pekerja yang melakukan aksi tapi juga diikuti oleh adik-adik sekolah.

Saling lempar batu antara massa dengan polisi yang dimulai sejak setelah waktu sholat asar ini berjalan sekitar 30 menit. Saat berita ini disampaikan, konsentrasi massa dan polisi tepat berada di depan masjid Jami’ As-Sa’aadah Desa Sukadanau.
Sementara itu ribuan buruh peserta demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja gagal ke gedung DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat. Polisi menghalau rencana buruh sehingga konsentrasi massa berkumpul di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi. 

Massa buruh sudah berkumpul di depan kantor Wali Kota Bekasi sejak pukul 09.30 WIB. Mereka berasal dari kawasan industri yang ada di Bekasi Utara dan Medansatria.

Setelah berkumpul di depan kantor Wali Kota Bekasi, mereka bergerak menuju ke Jakarta. Namun, polisi yang melakukan pengamanan segera menghalau di Jalan Sudirman atau di bawah simpang fly over Summarecon Bekasi. Buruh lalu menggelar aksi di sana sambil membakar ban.
Aksi buruh juga terpantau di simpang Jalan Ahmad Yani depan BCP. Lalu lintas di jalan ini macet total kedua arah.

Buruh juga menggelar aksi di depan gedung DPRD Kota Bekasi. Satu jalur menuju ke Tol Bekasi Timur tak bisa dilintasi kendaraan. Petugas Dinas Perhubungan Kota Bekasi melakukan rekayasa lalu lintas. Kendaraan dari tol Bekasi Timur dialihkan ke Jalan Sersan Aswan Rawasemut.

Kapolres Metro Bekasi Komisaris Wijonarko mengatakan, ada ribuan polisi diturunkan untuk melakukan pengamanan aksi unjuk rasa di Kota Bekasi. “Kami bergabung dengan TNI dan dari unsur pemerintah,” kata Wijonarko. (Kew/Yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *