Kepala Kantor Berita Mitra Bogor Raya, Ade Ijudin : “Bogor Marak Situs Media Abal-Abal Berkedok Pers”

BOGOR – Situs media online di Indonesia diperkirakan mencapai 47.000 media. Dikemas dalam desain selayaknya situs pers, situs situs tersebut menyebarkan berita yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenaran informasinya. 

Kepala Kantor Berita Mitra perwakilan Bogor Raya, Ade Ijudin mengatakan media abal-abal lebih banyak daripada media yang legal, sehingga masyarakat sering disajikan dengan berita yang tidak benar. 

Saat ini, di Indonesia total jumlah media diperkirakan mencapai 47.000 media. Di antara jumlah tersebut, Bogor Raya termasuk paling banyak situs media tak berbadan hukum perusahaan pers. 

“Perusahaan pers di Bogor Raya (Kabupaten Bogor-Kota Bogor-Kabupaten Cianjur) terhitung jari, selebihnya tidak.berbadan hukum. Kalaupun ada yang diterbitkan atas nama perusahaan, rata-rata tujuan usahanya bercampur dengan usaha lainnya seperti jasa konstruksi, perdagangan barang dan sejenisnya. Hal tersebut jelas tidak masuk kriteria perusahaan pers yang disyaratkan Dewan Pers,” jelas Ade dalam siaran pers nya, Sabtu (17/10/2020).

Diakui Ade, dirinya mendapat tugas khusus melacak keberadaan situs-situs media yang mengatasnamakan pers di wilayah Bogor Raya.

“Modus yang seringkali digunakan media abal-abal tersebut ialah menggunakan nama yang mirip dengan instansi pemerintah, ataupun perusahaan pers besar, sehingga opini publik mengarah kepada perusahaan pers tersebut, dan dapat merugikan perusahaan pers lain,” ujar Ade.

Situs media abal-abal tersebut juga mendirikan sejumlah organisasi yang memanfaatkan kesempatan di tengah tidak pahamnya aparat pemerintah daerah akan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

“Keberadaannya terkadang dijadikan alat untuk memeras pihak-pihak terkait,” tekannya.

Ade berharap aparat kepolisian, dewan pers maupun kepolisian mengusut hal ini dengan pendekatan persuasif konservatif, sehingga dapat menyelesaikan permasalahan yang ditimbulkan secara menyeluruh.

“Kepolisian, dalam hal ini Polres Bogor harus serius memberantas keberadaan media abal-abal, karena dengan kehadiran media abal-abal tersebut merugikan perusahaan pers yang berbadan hukum resmi, selain kerap menyebarkan berita bohong, memeras perusahaan, dan lain-lain. Sehingga dirasa perlu membuat satgas anti media abal-abal,” ujarnya. (Kodir Hidayat)

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *