18/04/2021

PWB DAN ACT BERIKAN BANTUAN KEPADA PEGAWAI HONORER

Bekasi Mitra news net.Sebagai bentuk kepedulian terhadap pegawai honorer Paguyuban Wartawan Bekasi (PWB) bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberikan bantuan  alakadarnya di kp Sukamahi RT02/03 desa Sukamahi kecamatan Cikarang Pusat Selasa 06/04/21. Hadir dalam acara tersebut guru honorer se kabupaten Bekasi yang di wakili oleh perwakilan masing-masing kecamatan. Ketua PWB Sardi dan pengurus, Ketua ACT kabupaten Bekasi Teh Linceu berserta pengurus, Ketua Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Andi Heryana  Dalam sambutannya ketua FPHI mengatakan” Perjuangan kami tidak akan berhenti dan tak kenal lelah sebelum tuntutan kami di kabulkan. Sampai saat ini Bupati Bekasi belum  mangkabulkan tuntutan kami yang artinya bupati tidak sungguh sungguh memikirkan nasib guru dan pendidikan. Kemudian sampai saat ini kita belum mendapatkan SK bupati yang tidak memerlukan biaya alias gratis saja belum dapat kami terima seolah olah tidak perduli dengan nasib para pegawai  honorer khusus nya guru. Kami sangat ironis sekali kabupaten Bekasi yang di kenal mempunyai ribuan perusahaan dan mempunyai Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Jawa Barat namun masih banyak pengangguran dan kurangnya

kesejahteraan pegawai honorer khusus nya guru, kami merasa sebagai tamu dan merasa tidak ada manfaat di kampung sendiri.        Kemudian kenapa kami selalu menuntut karena kami sudah di janjikan oleh bupati sendiri namun sampai saat ini janji itu belum di realisasikan, bahkan teman kita yang dari swasta yang tahun sudah di janjikan bantuan atau dana  sosial dari pemerintah kabupaten Bekasi sebesar 200 ribu perbulan selama empat bulan dan itupun tidak realisasikan bahkan saat kami menagih janji merasa di cuekin. Kemudian kami bingung apa target pemerintah kabupaten khususnya di dunia pendidikan? Kami tidak bisa berpikir sehat kalau kesejahteraan kami belum terjamin setelah kami mengabdi dan mengajar,  kami harus berjibaku untuk memenuhi kebutuhan keluarga.apalagi sampai hari ini saya berbicara tanggal 06 April 2021 honor atau gaji kami selama empat bulan belum di bayar, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari kami harus cari kerja yang ada ngojek buruh kasar dan sebagainya, makanya kami berharap pada pihak yang sudah perduli di dunia pendidikan mudah mudahan dapat mengetuk hati bupati Bekasi untuk lebih perduli dan memprioritaskan dunia pendidikan yang ada di kabupaten Bekasi. Di akhir sambutannya ketua FPHI Andi Heryana mengucapkan terimakasih kepada Paguyuban Wartawan Bekasi (PWB) dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang sudah memberikan kepedulian nya kepada pegawai guru honorer,kami sangat mengapresiasi semoga apa yang kita lakukan ini dapat menjadi bekal kita dan di ridhoi Allah” tutupnya
Sekertaris Paguyuban Wartawan Bekasi (PWB) Suryo Sudarmo  mengucapkan” Yang pertama kali saya ucap terimakasih pada teh Linceu ketua Aksi Cepat Tanggap (ACT) kabupaten Bekasi yang sudah mengajak kerjasama dengan dengan Wartawan yang tergabung dalam Paguyuban Wartawan Bekasi (PWB) dalam rangka membantu untuk meringankan beban pegawai honorer yang saat ini sedang berjuang untuk kesejahteraan nya. Awalnya saya  selalu mengawal melalui pemberitaan terkait aksi demonstrasi Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) di Pemda kabupaten Bekasi yang sedang menuntut haknya untuk mendapatkan kesejahteraan. Kemudian  setelah saya menyaksikan langsung aksi dan melihat kenyataan yang ada bahwa perjuangan itu memang butuh pengorbanan seperti harus menahan lapar dan dahaga, selanjutnya saya berpikir bagaimana cara Wartawan dan berbuat kebaikan agar dapat meringankan beban para pegawai honorer ini. Selanjutnya melalui informasi dari sahabat PWB Kami dapat bertemu dengan Teh Linceu sebagai ketua ACT kabupaten di sekretariat nya setelah kita ngobrol panjang lebar maka kami dapat membantu alakadarnya sebagai bentuk kepedulian kami. Lanjut Darmo” Saya berharap kepada pemerintah kabupaten Bekasi agar  dapat memberikan solusi untuk mensejahterakan para pegawai honorer khusus guru sebab tanpa guru Indonesia tidak akan pintar” pungkasnya Sementara itu Linceu  Ketua ACT di hadapan pegawai guru honorer menuturkan” Yang pertama saya mengenal diri tentang Linceu dan apa itu ACT ,ACT adalah sebuah komunitas sosial yang berdiri  pada tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 lalu.Kehadiran kami bersama Paguyuban Wartawan Bekasi bukan memberikan bantuan tapi hanya bantu alakadarnya sebab kalau bantuan itu minimal cukup  cukup,ini hanya rasa empati dan peduli dan ingin ketemu dengan para pegawai honorer yang sedang  memperjuangkan nasib nya melalui demonstrasi di Pemda dan sempat viral di media. Bantuan yang kami bawa ini memang gak banyak hanya beras satu bungkus isi tiga kilo  dan air mineral seratus dus, hal ini kami lakukan agar dapat mengetuk hati para dermawan atau sebagai magnet untuk saling bantu, dan kalau memang para dermawan tidak sempat atau tidak ada waktu untuk menyalurkan bantuan nya kami ACT dan PWB siap membantu menyalurkan tentunya pada pada orang yang betul-betul membutuhkan dan tepat sasaran. Kemudian kenapa saya mengajak kerjasama dengan wartawan? karena saya saya tau wartawan adalah pencari informasi yang kerjanya setiap muter cari berita. Namun setelah saya pelajari pemberitaan yang di sajikan oleh sahabat wartawan isi tidak ada solusi maka saya mengajak kerjasama dengan Wartawan melalui PWB yang di pimpin oleh bang Sardi dan Suryo Sudarmo ini agar pemberitaan ada solusi dan aksinya, contohnya seperti sekarang ini ada pegawai honorer yang memperjuangkan nasip nya kami ada sedikit rejeki melalui donatur kami yang salurkan dan Wartawan yang publikasikan. Selanjutnya saya berharap perjuangan pegawai guru honorer mendapatkan apa yang di inginkan serta selalu di lindungi Allah, serta bantuan alakadarnya ini dapat bermanfaat dan barokah,dan juga dapat mengetuk hati para dermawan untuk saling membantu” pungkasnya(yanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *