Bansos Untuk Isoman Terdampak Covid-19 di Kabupaten Bekasi Hanya Isapan Jempol

  • Bagikan

BEKASI, MITRANEWS.NET – Melonjaknya jumlah korban terpapar virus Covid-19 di Kabupaten Bekasi menyebabkan zona merah berkembang di setiap kecamatan. Alih-alih kekurangan ruang karantina dan terbatasnya ‘ruang’ di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi menyebabkan pasien terpapar Covid-19 dihantui kecemasan.

Masalah kembali timbul ketika dalam perawatan, sarana dan prasarana kurang memadai. Pasien yang berniat test Swab pun tak luput dari overload sehingga kekurangan tempat untuk menampung para pasien terdampak Covid-19.

Seperti -salah satunya- terjadi pada pemeriksaan pasien Covid-19 di Puskesmas Desa Mangun Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

BACA JUGA : Atlit Andalan Gagal Masuk Porprov XIV, PTMSI Kabupaten Bekasi Protes Keabsahan PTMSI Jabar

“Kami hanya pekerja Pak, mengenai itu coba bapak tanyakan dengan Kepala Puskesmas,” jawab petugas Puskesmas saat dihampiri media.

Hal senada disampaikan S, selaku ketua Tim Covid-19 Puskesmas Mangun Jaya melalui Whatsapp. “Wah itu bukan wewenang saya pak, tapi nanti saya sampaikan pada Kepala Puskesmasnya, memang mengenai lokasinya terbatas pak, akibat banyak yang terpapar Covid-19, jadi lokasi test Swabnya penuh,” ungkapnya.

Kepala Puskesmas Mangunjaya, dr. Alamsyah mengucapkan terimakasih atas informasi yang diterimanya dari wartawan. “Ya, Terima kasih,” jawabnya melalui pesan WhatsApp, (16/06/2021).

Berdasarkan pantaian media, warga terpapar Covid-19 di Kecamatan Tambun selatan melakukan isolasi mandiri di rumah, baik yang terdampak sendiri maupun yang terdampak Covid-19 sekeluarga. Mereka kebanyakan lebih nyaman melakukan isolasi mandiri di rumah, ketumbang dirawat di rumah sakit.

Lokasi isoman di Perum Papan indah, Tambun Selatan.

“Ya lebih menyenangkan, dan saya rasa cukup mendapat perhatian berupa Vitamin dan Test Swab Antigen maupun PCR dari pihak Puskesmas,” ucap salah satu warga yang melakukan isolasi mandiri (isoman) yang tinggal di Perum Papan indah Tambun Selatan.

Disinggung tentang bantuan sembako dari pemkab, Isoman mengaku tidak pernah menerimanya.

“Kalau bantuan makanan banyaknya dari warga yang berbaik hati dan peduli membantu, kalau bantuan sembako baru dari Desa Mangun Jaya saja, bantuan beras 7 Kg dengan telor 1 kg dan mie instan sepuluh bungkus, tapi kalau bansos dari Pemkab atau Dinas Sosial belum pernah ada disalurkan ke kami dan kamipun belum pernah menerimanya sejak kami positif terpapar sampai saat ini,” ungkap mereka.

Hal sama diakui Kepala Desa Mangunjaya, Jayadi Said dan Camat Tambun Selatan Junaefi. “Sampai saat ini belum ada bang, mudah-mudahan ke depan sudah bisa direalisasikan ,” harap keduanya.

Berbeda dengan penyampaian Sekretaris dinas sosial, Kustanto kepada wartawan.

“Sekarang bansos hanya untuk mereka yang melakukan isolasi mandiri”.

“Ajukan saja melalui desa atau kelurahan,” sarannya. (***)

Penulis: YantEditor: Ardon
banner 120x600
  • Bagikan