Di Desa Sirmajaya, Bogor Banyak Warga Miskin dan Duafa Tidak Menerima Bantuan Terdampak Covid-19

  • Bagikan

Bogor, MITRA NEWS – Sejumlah warga di Kabuapten Bogor mempertanyakan proses seleksi data warga penerima bantuan sosial berupa uang tunai dari kas pemerintah Kabupaten Bogor selama pembatasan sosial berskala besar.

Hal itu menyusul banyaknya warga yang sudah didata untuk oleh para pengurus lingkungan untuk diajukan, tetapi tidak mendapatkan bantuan uang tunai tersebut.

Salah satunya wilayah di RT 01 RW 03 Desa Sirnajaya, Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor. Di desa ini banyak warga miskin yang tidak terperhatikan.

Rumah aki Ijen, Desa Sirnajaya

“Saya sudah usulkan dan tercatat dalam usulan ke Desa, tapi realisasinya tidak ada dengan alasan tidak masul data di Pemkab Bogor,” kata Ketua RT 01/03, Alex kepada MITRA News, Jumat (09/05/2020).

Dirinya mengaku tidak mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan bantuan tersebut tidak sesuai dengan yanh diusulkan, karena pengurus lingkungan hanya diminta untuk melakukan pendataan dan dikirimkan ke pihak Desa.

Alhasil, banyak warga yang kecewa karena belum mendapatkan bantuan tersebut.

Seperti diungkapkan Ijen (86th) saat ditemui di rumahnya, wilayah RT 01 RW 03 Desa Sirnajaya, Kecamatan Sukamakmur.

Ijen mengaku tinggal dengan istrinya di desa tersebut sejak puluhan tahun silam. “Setiap pendataan warga miskin penerima hak bantuan pemerintah selalu dicatat pak RT, tapi realisasinya tidak pernah saya terima, termasuk bantuan sekarang ini (BLT warga terdampak Corona C-19_red),” ungkapnya.

Padahal, data tersebut sudah diseleksi. Hanya warga kurang mampu yang terdampak pandemi Covid-19 yang masuk dalam data penerima yang diajukan RT.

Ijen pun mempertanyakan proses penentuan warga penerima BLT yang dilakukan pihak desa.

“Ya mungkim dari desanya ada, tapi ga dikasihkan ke kami,” duga Ijen.

Senada dengan Aki Ijen, hal senada diungkapkan mak Endah (66). Dia mengaku terpukul dengan sikap pemerintah yang tidak tanggap mendata warga miskin terdampak Covid-19.

“Abdi mah leres jalmi gaduh, kasebat miskin ge teu sawios, kumargi periyogi pisan aa,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sirnajaya, Idim, hingga berita ini ditayangkan belum bisa ditemui.

Info dari tetangga terdekatnya, kades Idim sibuk dengan pencalonannya yang kedua sebagai Kepala Desa Sirnajaya. (kodir)

banner 120x600
  • Bagikan