Jembatan Pebayuran-Rengasdengklok Bisa Dilalui, Truk Dilarang Masuk

  • Bagikan


Bekasi, MITRA NEWS – Jembatan penghubung Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi dengan Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang selesai dibangun. Mulai hari ini, Selasa (21/1/2020), jembatan yang dibangun oleh dua pemerintah daerah sudah boleh dilalui kendaraan.

“Kita kunjungi jembatan hari ini karena sebelumnya ada info pengerjaanya belum selesai. Tapi setelah kita lihat langsung, ternyata sudah selesai semua,” kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Husni Thamrin.

Diakuinya bahwa sebenarnya jembatan sepanjang 300 meter dengan lebar 15 meter tersebut belum boleh dilalui kendaraan. Karena rencananya akan diresmikan terlebih dahuli oleh Bupati. Tapi warga sudah mendesak agar jembatan bisa langsung dipergunakan. 

“Jadi hari ini saya minta supaya jembatan itu dibuka dan bisa dilalui kendaraan,” katanya.

Selain itu dirinya juga meminta agar pihak Plm memindahkan tiang listrik yang menghalangi jalan.

“Tadi kita cek cuma itu aja sih yang kurang,” ungkapnya.

Kabid Pengelolaan Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bekasi, Heru Pranoto mengatakan, jembatan penghubung 2 Kabupaten meski sudah dibuka namun tidak semua kendaraan boleh melintasi jembatan.

“Kecuali motor dan mobil kecil boleh melintas di jembatan ini. Untuk kendaraan dengan beban lebih dari 30 ton tidak boleh lewat jembatan ini,” katanya.

Heru menjelaskan, jembatan penghubung dua daerah ini dibangun tahun 2018 dengan total anggaran sebesar 4 miliar.

“Proses pengerjaannya  dibagi menjadi dua tahap,” terang Heru.

Hasil pantauan MITRA News, jembatan penghubung Karawang-Bekasi tidak hanya berfungsi sebagai penghubung dua kabupaten, namun juga memiliki panorama menarik, sehingga menjadi buruan warga.

Pengunjung yang datang bukan hanya dari Rengasdengklok, tetapi juga dari luar Rengasdengklok. Mereka ingin melihat keindahan alam di atas jembatan tersebut, sekaligus mengabadikannya di smartphone mereka.

Seperti diungkapkan Nana (35) warga Betokmati, Kecamatan Cibuaya. Dirinya  sengaja mengunjungi jembatan baru itu untuk melihat panorama sungai Citarum dari atas jembatan.

“Saya sudah tahu sejak lama keberadaan jembatan tersebut dari media sosial, hanya baru sekarang bisa melihatnya langsung dan bersantai dengan keluarga di atas kali citarum ini,” ungkapnga.

Dia mengaku sebelum ke jembatan baru itu, dia singgah di Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok. “Karena saya petani, jadi baru bisa ke jembatan ini, kebetulan juga anak saya ranking satu di sekolah, jadi sekalian jalan-jalan saja,” jelasnya.

Hal serupa dikatakan Hasan (28) warga Pedes, Karawang Barat. Dia mengatakan sudah kali ketiga mendatangi jembatan yang tak jauh dari Tugu Kebulatan Tekad itu.

“Saya sering datang di waktu sore, karena bisa melihat matahari tenggelam, hampir kayak lagi di gunung atau pantai,” pungkasnya. (Yanto)

banner 120x600
  • Bagikan