*LBH Babelan, ” Langkah Proses Terkait Lahan 13 .8 Hektar Sudah Capai 90%*

  • Bagikan

Bekasi mintra news net.Mediasi yang di gelar di Aula Desa Babelan Kota antara warga dengan Pihak LBH Babelan terkait sengketa lahan di Desa Babelan Kota yang disaksikan pihak Perwakilan Kecamatan, Babinsa, Babin kamtibmas, dan BPD Desa Babelan Kota, di gelar pada hari Rabu 10 / 03/2021. Puluhan Warga yang mengklaim sebagai penggarap yang sudah bertempat tinggal bertahun-tahun dilahan tersebut, tepat nya di Rt001 dan Rt 20 RW 001 Kadus 1 Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi.
 Dalam pantuan awak media, terlihat dalam mediasi tersebut terdapat kesalah pahaman (Miss Comunicattion) terkait isi dalam surat, antara LBH Babelan dengan Warga masyarakat tersebut. Dijelaskan, Duddy Hairurizal W, SH, MH (Advokat LBH Babelan) bahwa dalam surat tertanggal 27 Februari 2021 yang dilayangkan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Babelan pada point angka nomor 4, tidak ada penggusuran atas lahan yang telah ditempati oleh warga Babelan, tetapi penertiban, “Saya tekankan kalau bahasa ‘menertibkan’ bukan berarti menggusur atau hal lainnya, saya disini hanya memperjuangkan hak masyarakat, saya sudah tekankan dan beri penjelasan sebelumnya kepada salah seorang penggarap yang berkenan hadir Ke Kantor LBH Babelan, bahwa tidak ada penggusuran bahkan kita beri jaminan

terhadapnya, ”Jelasnya dalam mediasi tersebut, Rabu (10/03/2021). Salah satu warga yang hadir (Sodikin) mempertanyakan bahasa penertiban yang di artikan oleh warga adalah penggusuran, sehingga membuat warga merasa tertekan, Sodikin, “Kami membeli tanah garapan tersebut sudah bertahun-tahun dan saya membeli 1000 meter persegi saya buat SLB dan Masjid silahkan klo mau Di gusur yang penting ada inkrah dari Pemkab Bekasi, dan dalam surat edaran yang Kami punya dari BPKD (Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah) bahwa tanah tersebut masih atas nama Pemkab Bekasi, kata Sodikin dalam mediasi tersebut dengan lugas.
Duddy Hairurrizal, W SH ,, MH, Kuasa Hukum dari Iyah Bin Endik menjawab pertanyaan dari sejumlah warga dan menerangkan, bahwa LBH Babelan melayangkan surat terhadap warga tersebut atas dasar bukti-bukti kepemilikan lahan atas kliennya (IYAH BIN ENDIK). “Saya atas nama Advokat LBH Babelan yang dikuasakan oleh pemilik lahan yang menurut kami sah secara administrasi dan hukumnya, berkewajiban untuk memberitahukan warga masyarakat agar bisa diimplementasikan dengan seksama, bukan malah kami difitnah seolah ingin menguasakan lahan dan mengusir bahkan menggusur para penggarap dilahan tersebut, kalau seperti ini kami atas LBH Babelan memutuskan untuk mencabut Jaminan kepada masyarakat atas lahan tersebut, dan ketika nanti digusur saya serahkan nama kepada pemilik yang sah, terima kasih, ”Pungkas Duddy Hairurrizal. W, SH. MH.
Di singgung ke ranah pengadilan oleh wartawan Duddy SH menjelaskan sampai saat belum sampai ke ranah persidangan karena dalam hal ini tidak ada yang menuntut atas tanah tersebut ke klien Kami, terang nya. 


Sementara, Ketua BPD Babelan Kota menjelaskan bahwa adanya mediasi tersebut bertujuan agar tidak ada konflik yang berkepanjangan ditengah masyarakat. “Berdasarkan surat permohonan warga Rt 01, Rt 20 Rw 001 Kadus 01 Desa Babelan Kota terkait Mediasi antara warga dan LBH Babelan, untuk menindaklanjuti pelayangan surat dari LBH Babelan kepada warga setempat, yang ada kesalahpahaman tulisan dalam surat menyurat tersebut, kami selaku BPD langsung merespon dan mengundang ke dua belah pihak untuk bermediasi di Kantor Desa Babelan Kota, agar tidak ada konflik berkepanjangan dikemudian hari, ”Ujar Roni Darohman hurip. Lebih lanjut, berharap agar masing-masing pihak bisa bermusyawarah dengan baik sesuai data yang sah. “Jika nanti sudah ditentukan siapa pemilik yang sah,(irfan/yan)

banner 120x600
  • Bagikan