Mahasiswa DIY Asal Papua Siap Membangun Papua Bersama NKRI

MITRA News - Tak Berkategori
  • Bagikan

Yogya, MITRA NEWS – Kalangan mahasiswa Yogyakarta – Papua menyikapi situasi politik pasca pilpres 2019. Bernard dan Alex, perwakilan mahasiswa Papua yang merupakan mahasiswa universitas APMD Yogyakarta mengatakan bahwa mahasiswa yang berasal dari Papua kini sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Jumlahnya tidaklah sedikit, namun banyak di beberapa Universitas Yogyakarta.

“Para mahasiswa Papua ada yang belok ke kanan (mendukung segala kebijakan Pemerintah Indonesia) dan ke kiri (yang menginginkan keluar dari NKRI),” kata Bernard.

Kelompok mahasiswa yang bertempat tinggal di mess mahasiswa Kamasan sangatlah tertutup dalam kehidupannya, baik dengan warga sekitar maupun warga yang sama-sama dari Papua.

“Kami mahasiswa Papua menyikapi kegiatan yang menjadi sorotan nasional terkait dengan aksi-aksi mahasiswa Papua yang selalu menyuarakan kemerdekaannya untuk Papua itu merupakan kejahatan karena Papua sampai saat ini masih merupakan bagian dari NKRI dimana secara konstitusional upapaya kemerdekaan itu tidak akan bisa terlaksana dan mustahil,” ucapnya.

Selama ini, pemerintahan Jokowi sangat memperhatikan Papua dimana pada masa pemerintahan Jokowi 5 tahun ke belakang fokus ke pembangunan di Papua yang akan di rasakan oleh masyarakat Papua.

“Jadi sepantasnya kami sebagai warga Papua mendukung apa upaya pemerintah Jokowi untuk ke depannya,” ujarnya.

Selain itu, tidak mendukung segala aksi yang dilakukan kelompok Papua seperti melakukan aksi demo yang tidak memiliki kejelasan dan tujuan akan aksi tersebut, tidak mendukung segala kegiatan yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa Papua dengan melakukan kegiatan demo.

“Saya berpendapat, karen tujuan kita kuliah ke Yogyakarta adalah untuk menuntut ilmu, bukan untuk hal-hal yang tidak ada titik jelasnya,” jelasnya.

Ditambahkan Bernard, dengan adanya ketidaksamaan dalam tujuan di Yogyakarta, maka lebih baik mahasiswa yang belok ke kanan tinggal di luar asrama atau mess mahasiswa Papua dikarenakan ingin konsentrasi ke pelajaran yang jika lulus nanti akan diterapkan ke wilayah Papua.

“Kami sangat antusias dan mendukung langkah dari pemerintah, terutama Polri untuk merubah pola pikir serta bersedia juga membantu tugas Polri, namun diyakini tidak akan mudah dan cepat dalam merubah pandangan orang apalagi Papua,” jelasnya.

Dia menyayangkan jika adat atau kebiasaan dari kampung, dalam artian untuk mahasiswa Papua dibawa ke tanah rantau atau Yogyakarta sebagai tempat menuntut ilmu sehingga akan bertentangan dengan adat Yogyakarta, misalkan adat untuk minum minuman keras yang dilarang di wilayah Yogyakarta

“Dengan adanya beberapa kejadian terutama yang mengatasnamakan Papua maka akan menimbulkan pandangan yang negatif atau jelek terhadap warga atau mahasiswa yang berasal dari Papua, padahal kita tidak tahu apa-apa terkait tujuan dari aksi tersebut,” tegasnya.

(***)

banner 120x600
  • Bagikan