Sandiaga Uno : Wisata Kuliner Perlu Ada Cerita Kaitan Rempah-Rempah, Tradisi dan Story Telling

  • Bagikan

JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno kembali menyapa kalangan media dan penggiat wisata kuliner dalam webinar, Rabu (16/6/2021).

Kali ini, dirinya menyampaikan kiat sukses dalam mengembangkan usaha kuliner Nusantara.

Mengawali paparannya, Sandiaga Uno menyampaikan keberadaan kuliner yang berkaitan erat dengan sektor pariwisata dan sebaliknya.

“Kuliner ini otentik dengan storynomics, harus ada ceritanya. Di balik setiap kuliner harus ada cerita dan cerita itu akan membawa cinta,” ungkap Sandiaga Uno.

Berdasarkan data statistiknya, diketahui 95 persen dari wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata berangkat dari ketertarikan kuliner. Dari data tersebut, sebanyak 80 persen dari mereka mengecek sebelum mereka pergi.

Sedangkan sebesar 70 persen wisatawan memilih destinasi wisata berdasarkan makanan dan minuman yang ada di sana.

Diketahui pula sebesar 70 persen wisatawan akan meningkatkan kualitas belanja mereka berdasarkan kuliner lokal.

“Begitu kita cinta, kita akan berwisata dan ini yang menurut saya harus kembangkan bahwa kuliner otentik ini dekat dengan sejarah dan budaya serta perlu ada cerita-cerita yang berkaitan dengan rempah-rempah, tradisi dan tentunya story telling,” jelasnya.

Kunjungan Presiden PKS Akhmad Syaikhu dan anggota DPRD Provinsi Jawa barat Faizal Hafan Farid ke wisata kuliner Situ Rawabinong Desa Hegarmukti Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Keduanya tertarik cerita budaya yang masih dipertahankan selama lebih 1 abad dan membantu restocking Ikan sebanyak 2 ribu benih Nila dan Mujaer. (dok : SMSI)

Menjawab pertanyaan peserta webiner, Sandiaga Uno mengakui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajukan tambahan pagu indikatif tahun anggaran dalam APBN 2022 sebesar Rp500 miliar.

“Dalam rangka mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Kemenparekraf/Baparekraf memerlukan penambahan alokasi anggaran sebesar Rp500 miliar. Sehingga total usulan pagu indikatif menjadi sebesar 4,3 triliun,” ucapnya.

“Apabila usulan penambahan anggaran tersebut disetujui, akan kami pergunakan untuk mendukung program-program yang difokuskan untuk pemulihan sektor parekraf,” katanya.

“Penambahan pagu indikatif ini juga nantinya akan dialokasikan untuk memperkuat program-program pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang dimiliki oleh empat kedeputian di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf,” jelas Sandiaga Uno. (***)

Penulis: Mustika Ali SaniEditor: Doni Ardon
banner 120x600
  • Bagikan